2016/02/26

Kita semua sering mendengar istilah "a picture is worth a thousand words" atau sebuah gambar bernilai seribu kata, hal ini benar adanya, Tidak ada cara untuk menghitung berapa banyak kita belajar melalui gambar. Komunikasi selalu mempunyai peran penting untuk seni. Sebelum surat diciptakan, komunikasi terdiri dari simbol-simbol bergambar yang sederhana. Sekarang ini, gambar dapat berfungsi sebagai semacam bahasa internasional. Sebuah gambar dapat dipahami ketika kata-kata susah dimengerti untuk orang asing atau buta huruf. Misalnya, ketika di Jerman, kita tidak perlu memahami bahasa Jerman untuk segera mengerti pesan toilet untuk laki-laki atau perempuan.

Seni sebagai Komunikasi
Dalam seni, seperti dalam komunikasi, artis atau desainer berusaha mengatakan sesuatu bagi pemirsa. Dalam seni, tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mengomunikasikan suatu ide dari si artis atau desainer. Semua unsur seni dapat digunakan dalam komunikasi. Garis abstrak, warna, dan bentuk bisa sangat efektif mengekspresikan ide atau perasaan. Seringkali komunikasi dicapai melalui simbol-simbol, gambar - gambar yang menyiratkan suatu tema atau pesan kepada pemirsa. Kecerdikan imajinasi kreatif yang dilakukan dalam memilih gambar merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu karya seni. Karya yang bagus dapat menunjukkan bahwa kata-kata tidak terlalu diperlukan untuk komunikasi.

Proses Kreatif
Solusi desain yang sukses adalah karena adanya ide - ide yang baik. Banyak orang bertanya - tanya, bagaimana caranya mendapatkan ide. Hampir semua orang mengalami hal ini dari waktu ke waktu. Bahkan seorang seniman profesional pun dapat menatap kanvas kosong dan seorang penulis sukses terpaku pada di secarik kertas kosong. Suatu ide dalam seni dapat berupa berbagai bentuk, bervariasi mulai dari efek visual yang spesifik hingga pesan yang jelas dari sebuah komunikasi intelektual. Ide ini juga mencakup bentuk dan isi.

Suatu hal yang meragukan apabila seseorang dapat benar - benar menjelaskan secara tepat mengapa atau bagaimana kita dapat menemukan ide untuk sesuatu yang kita sudah bingung memikirkannya. Ide - ide tersebut bisa muncul ketika kita berada di kamar mandi, memotong rumput, mencuci mobil atau banyak lagi situasi lain yang sepertinya menurut kita tidak mungkin untuk mendapatkan sebuah ide. Tetapi kita tidak perlu mengkhawatirkan ide atau solusi yang datang secara tiba-tiba tersebut. Ide - ide akan datang terus kepada kita, tetapi bagaimana jika kita dibatasi oleh tenggat waktu? Apa yang bisa kita lakukan secara sadar untuk merangsang suatu proses kreatif? Aktivitas apa saja yang dapat dilakukan untuk mendorong kemungkinan munculnya solusi atau ide dengan sendirinya? Media dan pesan dapat sangat bervariasi, namun pada dasarnya ada tiga kegiatan yang sebaiknya kita lakukan, yaitu:

Tinking (Berpikir)
Looking (Melihat)
Doing (Melakukan)

Ketiga hal tersebut adalah langkah - langkah yang tidak berurutan dan tentu saja tidak ada prosedur yang pasti. Hal tersebut tumpang tindih dan dapat dilakukan hampir bersamaan atau bisa juga loncat bolak - balik dari yang satu ke yang lainnya (ketiga hal tersebut akan dibahas pada pos selanjutnya). Tetapi walaupun begitu, satu hal yang pasti momen "mendapatkan pencerahan" tersebut jarang terjadi apabila kita tidak menginvestasikan energi ke dalam masalah yang dihadapi. Louis Pasteur pernah mengatakan, "chance favors the prepared mind" yang maksudnya kira-kira kesempatan datang kepada pikiran yang sudah disiapkan sebelumnya, pelukis Chuck Close mengatakan "Inspiration is for amateurs. The rest of us get to work."

Referensi : Design Basic oleh David A. Lauer / Stephen Pentak.
Kartun dari http://www.murraythenut.com/2010/03/30/the-creative-process-2_2/ 

2016/01/14

Pengertian Desain
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata desain? Apakah Anda mengaitkannya dengan fashion, grafik, furniture, atau otomotif? Desain mempunyai arti yang lebih universal daripada aplikasi komersial yang mungkin terpikir pertama kali oleh Anda. Dalam kamus desain sinonim dengan rencana (plan), mendesain berarti sama dengan merencanakan atau mengatur. Desain masuk ke dalam berbagai disiplin ilmu seni mulai dari melukis, menggambar sampai seni patung, fotografi, dan media berbasis waktu seperti film, video, komputer grafis, dan animasi, termasuk juga kerajinan seperti keramik, teksstil dan kaca hias. Arsitektur, arsitektur landscape dan perencanaan tata kota juga mengaplikasikan prinsip desain visual. Masih banyak lagi bidang-bidang yang menggunakan desain di dunia ini yang tidak dapat dituliskan di sini. 

Organisasi Visual
Desain pada dasarnya lawan kata dari kebetulan atau coba-coba. Dalam percakaapan sehari-hari, ketika kita bilang "hal ini terjadi karena desain" yang kita maksud bahwa hal itu sudah direncanakan, bukan terjadi karena kebetulan belaka. Di semua bidang pekerjaan ada perencanaan, artis atau desainer merencanakan elemen-elemen untuk membentuk suatu bentuk visual. Tergantung kondisi di lapangan, elemen-elemen ini sangat bervariasi. Apapun elemennya, hasilnya selalu  sebuah organisasi visual. Seni, seperti juga karir dan pekerjaan lainnya, berkaitan dengan mencari jawaban dari suatu masalah. Dalam seni, pencarian solusi visual ini sering kita sebut dengan proses desain.

Pemecahan Masalah Kreatif
Seni disebut bidang kreatif karena dalam bidang ini tidak ada jawaban yang benar untuk menjawab suatu masalah. Variasi yang tidak terbatas dari interpretasi seseorang dan pengaplikasian dimungkinkan terjadi. Masalah dalam seni bervariasi dari yang simple sampai yang kompleks, pelukis atau pematung independen biasanya menciptakan sendiri "masalah" itu atau menjelajahi keinginan mereka. Seorang artis dapat memilih untuk mempersempit atau memperlebar ruang lingkup masalah sesuai dengan keinginan mereka. Beda lagi dengan arsitek atau desainer grafik / indutrial yang biasanya diberikan suatu masalah, seringkali dengan opsi yang spesifik dan batasan yang jelas. Tetapi walau begitu, semua masalah seni atau visual mempunyai tujuan yang sama yaitu solusi kreatif atau pemecahan masalah kreatif.

Seni versus Desain


Aspek kreatif dari seni juga termasuk istilah yang sering kita dengar, "tidak ada peraturan dalam seni". Hal ini benar, dalam memecahkan masalah secara visual, tidak ada batasan atau petunjuk apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mengingat objektif yang bervariasi dari seni visual dari zaman ke zaman, hukum yang absolut adalah tidak mungkin. Tetapi jika istilah "no rules" diartikan bahwa semua desain sama dan secara visual berhasil atau bagus, hal itu tidak benar. Praktek artistik dan kriteria-kriteria tertentu telah dikembangkan dari karya-karya yang sukses, yang seorang seniman maupun desainer harus sadari. Dengan demikian, pedoman (bukan aturan) itu ada yang biasanya akan membantu dalam penciptaan desain yang sukses. Pedoman ini tentu tidak berarti seorang artis dibatasi oleh solusi spesifik tertentu.

Bentuk dan Isi
Pada dasarnya seni terdiri dari dua unsur yang saling melengkapi, yaitu bentuk dan isi. Bentuk adalah murni aspek visual, manipulasi dari berbagai macam elemen dan prinsip desain. Isi lebih menekankan ke hal materi, cerita atau informasi yang dikomunikasikan kepada kita dari sebuah karya seni. Isi adalah apa yang artis ingin sampaikan, bentuk aadalah bagaimana mereka menyampaikannya.

Kadang-kadang tujuan dari karya seni atau desain adalah murni estetika. Misalnya, perhiasan dimana satu-satunya "masalah" adalah menciptakan kepuasan visual. Seni adalah dan selalu menjadi sarana komunikasi visual.

Referensi : Design Basic oleh David A. Lauer / Stephen Pentak.
Gambar komik karya Jerry King (sumber : http://www.webdesignerdepot.com/2016/01/comics-of-the-week-321/)

2015/09/29

Contoh Foto Billboard (koleksi pribadi)
Billboard atau sering juga disebut hoarding adalah bentuk/struktur advertising luar ruangan yang besar, biasanya dapat dengan mudah ditemukan di daerah yang mempunyai lalu lintas tinggi seperti di samping jalan raya yang ramai. Billboard menyajikan iklan besar untuk pejalan kaki yang lewat dan pengemudi kendaraan. Billboard biasanya menyajikan slogan berukuran besar dan visual yang unik untuk dapat menarik perhatian orang banyak.

Billboard yang berukuran besar dikenal dengan nama bulletin, biasanya terletak di jalan raya utama dan jalan tol. Bulletin mempunyai visibilitas yang besar, karena selain dari segi ukuran, juga memungkinkan adanya perubahan bentuk yang kreatif melalui tambahan material dan hiasan.
Poster adalah bentuk lain yang umum dari iklan billboard, biasanya di di sepanjang jalan arteri primer dan sekunder. Poster adalah format lebih kecil dari buletin dan dipandang terempatkan di jalan yang lebih kecil dibandingkan dengan bulletin.

Iklan billboard dirancang untuk menarik perhatian orang dan membuat kesan yang tak terlupakan dalam waktu yang relatif cepat, membuat si pembaca berpikir tentang iklan tersebut setelah mereka melewatinya. Iklan di billboard harus dapat dibaca dalam waktu yang sangat singkat karena biasanya orang membaca sambil berlalu dengan kecepatan tinggi. Jadi biasanya iklan berisi hanya beberapa kata, di cetak besar, dan gambar yang lucu atau warna yang mencolok.

Beberapa desain billboard ada yang overlap (keluar) dari bidang yang billboard sebenarnya, dengan bagian yang menggantung tepi billboard atau menonjol keluar dari billboard dalam bentuk tiga dimensi. Di Indonesia sekarang sudah banyak ditemui model billboard yang seperti ini.
Sebelum adanya printing dalam format lebar, billboard dibuat dengan cara dicat. Gambar dibuat pola terlebih dahulu pada panel kertas, lalu panel kertas tersebut diletakkan di atas bidang billboard dan di-trace secara manual menggunakan sejenis roda yang bergerigi sehingga meninggalkan bekas pada bidang billboard. Bekas tersebut diperjelas dengan kapur atau pensil yang hasil akhirnya berupa outline gambar. Setelah itu baru papan / bidang billboard diberi warna sesuai dengan desain menggunakan airbrush atau memakai kuas.

Billboard digital adalah billboard yang dibuat dari program komputer dan perangkat lunak. Billboard digital dapat dirancang untuk menampilkan running text, menampilkan beberapa iklan yang berbeda dari perusahaan yang sama atau bahkan perusahaan yang berbeda dengan pengaturan slot waktu.
Advertising luar ruangan seperti billboard mobile, efektif karena sulit untuk diabaikan. Menurut survei nasional Inggris, juga mengesankan. Capitol Communications Group menemukan bahwa 81,7% dari mereka yang survei dapat mengingat gambar yang mereka lihat pada mobile billboard dibandingkan dengan billboard statis.

Tidak seperti billboard pada umumnya, billboard mobile dapat ditempatkan langsung ke target pasar. Billboard jenis ini dapat ditempatkan di mana pun ada keramaian seperti acara bazaar termasuk juga pusat konvensi, stasiun kereta api, bandara dan arena olahraga. Mobile billboard juga dapat dijalankan melalui rute yang sama dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan bahwa pesan pengiklan tidak hanya terlihat, tapi informasi yang disampaikan dapat dipertahankan melalui pengulangan.

Beberapa billboard tidak hanya digunakan untuk iklan, tetapi dapat juga digunakan untuk berbagai tujuan. Iklan dapat diintegrasikan pada misalnya antena telekomunikasi dan atau tiang penerangan umum. Billboard juga dapat ditempatkan pada sepeda sebagai mobile billboard seperti yang ditulis di atas atau pada kendaraan lainnya seperti mobil dan truk.


Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Billboard

2015/09/23


Sebelum membahas lebih jauh, kami jelaskan dulu pengertian LED yang belum tercover pada artikel sebelumnya. LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Diode, jadi apa sebenarnya yang disebut LED itu? Pada dasarnya LED adalah lampu kecil, tetapi berbeda dengan yang disebut dengan lampu pijar pada beberapa poin penting, yaitu LED tidak mempunyai filamen, lebih efisien dan memiliki masa hidup yang lebih panjang.

Bagi yang belum mengetahui, filamen adalah elemen dalam lampu pijar di mana cahaya dihasilkan. Filamen tersebut dipanaskan dengan listrik dan hasilnya adalah cahaya. Lebih tepatnya hasilnya adalah adalah cahaya dan panas. Mengapa itu penting? Karena lampu pijar untuk menghasilkan cahaya dari sumber energi seperti listrik akan menghasilkan juga panas yang tidak dapat dimanfaatkan. Anda bisa mencoba menyentuh bola lampu pijar yang menyala jika ingin tahu energi panas yang dihasilkan lampu tersebut. Butuh energi listrik untuk membuat filamen panas sehingga lampu pijar menyala. Ketika bola lampu yang kita gunakan masih memakai filamen sebagai elemen utamanya, belum ditemukan cara untuk menghilangkan panas yang dihasilkannya.

LED tidak menggunakan filamen. Itulah sebabnya LED lebih efisien dibanding lampu pijar, hampir semua energi listrik digunakan untuk membuat cahaya, bukan panas. Dengan kata lain, tidak ada biaya yang terbuang jika menggunakan LED sign. Dengan munculnya teknologi LED ini, biaya listrik akan lebih bisa dihemat lagi.

Dasar LED Sign
Pengertian LED sign di sini adalah seperti Running Text LED dan Sign LED Display yang tidak bergerak, umumnya terdapat 2 jenis sign, yaitu monokrom (biasanya merah) dan berwarna (Red Green Blue). 



Running Text LED Display


Sekarang kita sudah mengetahui yang disebut dengan LED, ada 3 istilah di industri LED ini yang perlu kita pahami, yaitu pixel, pitch dan matrix. LED satuan yang dikelompokkan menjadi satu bagian yang dikenal sebagai pixel. Jumlah LED di setiap pixel bervariasi. Contohnya terdapat satu LED atau mungkin ada 25 LED dalam satu pixel.

Faktor utama yang menentukan jumlah LED di dalam pixel adalah pitch. Pitch adalah jarak dari pusat satu pixel ke pusat pixel berikutnya. Pitch menentukan kehalusan gambar yang dibuat. Jika ada 2 LED Sign ditempatkan berdampingan dan mempunyai ukuran tinggi dan lebar yang sama tetapi mereka memiliki pitch yang berbeda, LED dengan pitch yang lebih kecil akan memiliki lebih banyak pixel dan dengan demikian memiliki resolusi yang lebih baik pula. Memilih pitch yang tepat ketika kita membeli LED sign dapat menghemat uang serta mendapatkan resolusi yang sesuai dengan aplikasi yang diinginkan.

Istilah ketiga adalah matrix. Matrix adalah jumlah pixel panjang dan jumlah pixel lebar dari LED sign. Matriks adalah yang menentukan ukuran fisik dari suatu sign. Jika LED sign mempunyai 24 pixel tinggi dan 96 pixel lebar, matrix nya adalah 24x96.

Pada LED Sign monokrom dan Sign Indoor, matrix menentukan berapa banyak baris teks yang dapat ditempatkan pada sign serta berapa banyak karakter akan muat di setiap baris. Pada LED sign warna yang bisa diprogram, matrix menentukan berapa banyak total ruang yang kita miliki. Rasio tinggi dengan lebar yang tepat sangat menentukan dalam bagus tidaknya sebuah LED sign berwarna.
Kesimpulannya, Kelompok LED membuat Pixel. Jarak antar pixel, pitch, menentukan resolusi. Jumlah pixel vertikal dan horizontal menentukan matriks yang menentukan jumlah baris dalam sign dan jumlah karakter per baris.

Warna atau monokrom?
Pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan pada diri kita adalah apakah perlu LED sign warna atau LED sign monokrom outdoor. Kebanyakan salesman sign akan memberitahu kita bahwa LED sign warna lebih efektif, tetapi tidak demikian juga. Warna dapat lebih efektif untuk beberapa aplikasi, tetapi tidak semua aplikasi. Satu-satunya hal yang dapat kita katakan tentang LED sign warna adalah bahwa ssign tersebut lebih mahal daripada LED sign yang monokrom.

Jadi bagaimana cara kita menentukan pilihan antara warna dan monokrom? Tanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan ini: "Dapatkah produk atau jasa kita dapat terjual dengan gambar?".
Jika kita menjawab tidak maka LED sign monokrom dengan ukuran yang tepat mungkin sudah cukup bagi kita. Sebuah LED sign monokrom dengan ukuran yang tepat akan lebih efektif dibandingkan LED sign warna apabila kita tidak membutuhkan gambar atau video dalam rencana pembuatan sign tersebut.

Jika kita menjawab ya, kita harus mempertimbangkan LED sign berwarna. Harganya memang lebih tinggi, tetapi apabila dirasa gambar atau video dapat membantu mendongkrak angka penjualan barang dagangan kita, biaya tambahan tersebut mungin dapat dibenarkan.

Seberapa besar LED sign yang harus kita buat? Menjawab pertanyaan ini dengan benar memerlukan analisa yang lebih seksama terhadap lokasi dan jenis sign yang akan diaplikasikan. Ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan, seperti rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas di jalan tersebut, jalur lalu-lintasnya searah atau dua arah, lampu lalu-lintas, jarak penglihatan, elevasi/ketinggian sign yang akan dibuat, konten dari sign tersebut, dan sebagainya.

Dari semua faktor yang tercantum di atas, konten adalah yang paling berpengaruh. Jika kita misalnya memilih menggunakan LED sign monokrom, kita harus tahu apa yang ingin kita katakan dan cara efektif apa untuk menyampaikannya. Maka kita harus mempertimbangkan pola lalu lintas, rata-rata kecepatan dan jarak pandang yang akan mempengaruhi waktu orang untuk melihat. Peraturan daerah juga mempunyai andil yang berpengaruh dalam penentuan penempatan lokasi sign tersebut.
Setelah Anda memiliki semua informasi yang dibutuhkan (sebenarnya informasi yang dibutuhkan lebih dari yang ditulis di atas, faktor tersebut di atas hanya dasarnya saja), kita baru dapat menentukan matrix (baca kembali pengertian matrix di atas apabila lupa).

Setelah matrix didapat, sekarang kita perlu menentukan pitch yang benar. Pitch yang lebih kecil / ketat akan membuat ukuran minimum karakter yang akan dimasukkan menjadi lebih kecil.
Jadi, jika LED sign akan dilihat dari jarak jauh oleh orang-orang dalam mobil yang menjalankannya rata-rata dengan kecepatan 75 km/jam, kita akan membutuhkan ukuran karakter yang lebih besar untuk memastikan orang di jalur lalu lintas dapat membacanya. Itu berarti kita akan membutuhkan pitch yang lebih besar.

Jika penempatan sign kita akan dekat dengan jalur lalu lintas dan rata-rata kecepatan di sana adalah 40 km/jam, kita dapat menggunakan ukuran karakter yang lebih kecil dan pitch yang kecil dan pesan kita masih dapat terbaca.

Menentukan matrix dan pitch akan jauh lebih rumit jika kita memilih LED sign berwarna, karena kita harus mempertimbangkan aplikasi serta aspek rasio dengan hati-hati. Sebagai aturan praktis dalam menggunakan LED sign warna, semakin kecil matrix dan semakin besar pitch, semakin besar grain /titik gambar pada LED sign.

Jarak pandang juga berperan dalam seberapa tinggi resolusi LED sign yang kita butuhkan. Jika LED sign akan dilihat dari jarak jauh, kita tidak memerlukan banyak detail. Semakin dekat jarak orang kepada LED sign, semakin detil gambar yang dibutuhkan, dengan kata lain, semakin tinggi resolusi yang kita butuhkan. Kita harus hati-hati dalam mempertimbangkan jarak pandang dan jenis konten yang akan digunakan.

Harga sebenarnya dari sebuah LED Display adalah jumlah LED dalam sign tersebut. Ukuran box untuk wadah LED tidak benar-benar berpengaruh jika membicarakan soal harga. Harga box dan circuit board yang mengontrol LED sign bukan merupakan faktor utama dalam menentukan harga karna sebenarnya kedua barang tersebut memiliki harga yang relatif murah.

Jika kita mempertimbangkan untuk membeli LED sign dengan ukuran 32 pixel tinggi dan 96 pixel panjang, dan pada waktu itu terdapat dua merek yang berbeda yang tampak hampir sama, bahkan dengan harga yang tidak berbeda jauh, LED sign mana yang layak untuk dibeli? Ada satu informasi kunci yang kita butuhkan untuk menjawab pertanyaan tadi: Berapa banyak LED di setiap pixel?
Ingat, pixel adalah kelompok atau kumpulan dari LED individu. LED sign dalam contoh di atas memiliki 3072 PIXELS (32 pixel x tinggi 96 pixel lebar). Jika salah satu merek memiliki 8 LED di setiap pixel kita akan mendapatkan 24.576 LED. Jika merek lain hanya memiliki 4 LED per pixel kita akan memperoleh 12.288 LED.

Kepadatan LED adalah indikator yang baik untuk membandingkan kinerja LED display. Sama seperti mesin mobil, umumnya lebih banyak silinder berarti lebih banyak power. Semakin besar LED per pixel umumnya berarti kecerahan yang didapat akan semakin tinggi dan kinerja yang lebih baik pula. Kecerahan yang rendah, layar LED tidak akan terbaca dengan jelas, hal ini tidak akan membantu kita meningkatkan penjualan karena kemungkinan besar orang tidak dapat melihat dan membaca apa yang kita sampaikan. Jawabannya sudah cukup jelas, lebih banyak LED sama dengan lebih banyak kecerahan, kejelasan, lebih banyak mengundang perhatian, lebih banyak pelanggan.

Jumlah LED per pixel juga penting karena adanya faktor degradasi. Secara umum, dioda LED akan kehilangan sekitar 20% dari kecerahan awal setelah 2000 jam pertama penggunaan (sekitar 3 bulan). Setelah itu, kecerahan LED akan menurun sangat pelan sampai akhirnya mati diperkirakan sampai 50.000 jam (sekitar 6 tahun).

Sumber :
Artikel http://www.icatchdisplays.com/technology/
Gambar https://produkrakyat.wordpress.com/2015/09/02/running-text-termurah-di-jogja/

2015/09/08


Meskipun LED telah digunakan secara luas lebih dari 40 tahun yang lalu, tetapi masih banyak orang yang belum tahu apa itu LED, karena memang boomingnya baru sekarang-sekarang ini. Perkembangan LED tumbuh dengan pesat dan menjadi barang yang berkontribusi besar dalam hal penghematan listrik. LED masa sekarang ini telah mengalami berbagai perbaikan pada kecerahan, masa pakai, kualitas warna dan bentuknya.

LED Red Green Blue


Pada zaman dulu cahaya LED hanya terbatas pada warna merah saja, tetapi sekarang cahaya LED telah tersedia dalam berbagai macam warna, contohnya sumber pencahayaan untuk penerangan sekarang sudah di atas 100Lm / watt dan masa pakainya bisa sampai 50.000 jam lamanya.

Singkatnya, sekarang LED sudah dianggap sebagai teknologi pencahayaan utama oleh masyarakat.
LED terdiri dari sebuah chip dioda yang terbuat dari bahan semi konduktor, dibungkus dalam  epoxy, plastik, resin atau keramik dan disambungkan pada sirkuit listrik. Pembuatan LED bermacam-macam dalam berbagai bentuk dan ukuran yang menentukan karakteristik optik LED. Umumnya controller optik tambahan digunakan dalam bentuk lensa yang dipasang pada epoxy.

Selain harus memperhatikan sistem optik, dalaam merancang pembuatan LED harus diperhatikan juga pengaturan penyebaran panasnya, karena rasio cahaya panas yang dihasilkan oleh LED jauh lebih tinggi daripada lampu pijar biasa. Tanpa peredam panas yang memadai atau pendinginan aktif, suhu persimpangan internal dioda  akan naik yang akan memperpendek masa pakai LED. LED membutuhkan arus listrik DC, kita biasanya menggunakan  "driver" yang mengubah listrik AC ke DC yang sering kita sebut adaptor atau power supply. Output tegangan listrik pada adaptor harus sesuai dengan yang diperlukan oleh LED, besar tegangan listrik yang tidak sesuai dengan kebutuhan LED akan menyebabkan masa pakai LED berkurang atau juga menyebabkan korsleting.

Adaptor sekarang ini telah memiliki teknologi kontrol yang cukup maju yang memungkinkan peredupan diturunkan ke 0%, dan dengan kumpulan dioda berbeda warna dan penggunaan teknologi seperti DMX Protocols disambungkan dengan mixing konsol dapat menghasilkan efek pencahayaan yang sangat kompleks.

Jadi LED sebenarnya bukan benar-benar sebuah "lampu", karena umumnya digunakan sebagai sistem listrik dan optik yang lengkap, yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah media - maka LED dikenal dengan istilah "solid state lighting", yaitu cahaya yang dipancarkan dari sebuah blok bahan semikonduktor bukan dari dari ruang vakum atau ruang gas.

Cahaya yang dihasilkan oleh LED adalah monokromatik, warna cahaya yang dipancarkan tergantung pada bahan yang digunakan dalam pembuatan LED dan bervariasi dari merah sampai oranye, kuning, hijau dan biru.

Untuk menghasilkan cahaya putih, ada dua metode yang bisa digunakan. Cara yang terbaik, dari segi kualitas spektrum cahaya, diproduksi menggunakan UV LED biru lalu dicoating dengan lapisan fosfor (biasanya berwarna kuning). Pada dasarnya proses ini sama dengan lampu neon.

LED juga dapat dikonfigurasi untuk menghasilkan campuran cahaya, baik melalui penggunaan tiga atau lebih LED warna berbeda (yaitu merah, hijau dan biru). Caranya dengan menggabungkan dua atau lebih chip warna yang berbeda dalam satu wadah epoxy yang sama.

Colour-Rendering Index (CRI) adalah ukuran kemampuan sumber pencahayaan untuk menampilkan warna dari sebuah objek. Angka yang lebih tinggi lebih baik, sampai maksimum 100. LED yang sering digunakan untuk penerangan interior memiliki CRI sekitar 90 +.

Salah satu kelebihan teknologi LED adalah masa pakai/hidup yang relatif panjang dibanding dengan sumber cahaya lainnya, produsen mengklaim masa pakai LED lebih dari 50.000 jam, tetapi faktor-faktor lain harus dipertimbangkan juga. Secara umum cahaya LED dapat menurun dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan terutama karena perubahan warna dari bungkus epoxynya.
Depresiasi lumen  dari masa pakai LED bervariasi tiap produsen, tergantung pada bagaimana LED dibuat, suhu pada saat pengoperasian dan kondisi power supply.

Rangkaian LED telah terbukti ideal untuk pembuatan suatu signage, penggunaannya sekarang telah meluas mulai dari jalan-jalan, toko, kantor dan bahkan perumahan. Selain itu, LED sebagai cahaya yang menghasilkan "cahaya dingin", memiliki manfaat besar dalam penggunaannya di museum dan outlet ritel di mana cahaya panas dapat merusak tampilan.

Secara umum keunggulan LED adalah :
- Warna terang dan menghasilkan cahaya putih berkualitas tinggi.
- Output Lumen yang tinggi dengan kegunaan yang luas.
- Kontrol optik yang baik - menghasilkan cahaya yang bisa diarahkan dari sumber yang kecil
- Rendah pemeliharaan - masa pakai yang sangat panjang, tahan pada getaran.
- Cahaya tidak menimbulkan panas karena tidak ada IR atau UV yang dipancarkan
- Cahaya instan yang bisa diatur keredupannya
- Tidak mengandung zat beracun (merkuri)

Sumber :
Artikel : http://www.rs-online.com/designspark/electronics/blog/new-to-led-lighting-take-a-look-leds-for-dummies
Foto : http://www.thenewecologist.com/2012/11/green-christmas-why-led-lights-are-better/

2014/08/20

Apa yang Dimaksud dengan Billboard ?
Billboard merupakan suatu bentuk promosi iklan di luar ruangan atau dalam Bahasa Inggris disebut outdoor advertising yang cara pemasangannya berdiri sendiri atau menempel di bangunan dengan menggunakan konstruksi tetap, dan reklame tersebut bersifat permanen, biasanya memiliki ukuran yang relatif besar dan diletakkan di tempat ramai dengan posisi yang strategis sehingga dapat terlihat oleh lalu-lalang orang di tempat tersebut. Billboard termasuk model reklame media luar ruangan yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar karena sifatnya yang efektif menyampaikan pesan promosi.

Seiring perkembangan teknologi sekarang ini, penerapan teknologi digital pada billboard sudah mulai banyak digunakan, orang sering menyebutnya dengan istilah digital billboard. Megatron dan Videotron merupakan contoh dari penerapan teknologi digital pada billboard.

Manfaat dari Billboard
Seperti yang sudah dituliskan di atas, fungsi atau manfaat pemasangan billboard adalah sebagai media promosi untuk menyampaikan pesan yang terkandung dari jenis iklan yang dipasang. Manfaat lainnya adalah :
- Menaikan angka penjualan
- Untuk beberapa kasus, penempatan iklan yang sesuai dengan media akan memperindah penataan di kota dimana Billboard itu terpasang.
- Menaikan reputasi pengiklan.


Spesifikasi Billboard
Untuk Billboard yang pemasangannya menggunakan tiang, konstruksi yang digunakan biasanya dari pipa besi dengan diameter dan tebal tertentu, disesuaikan dengan ukuran dan bobot billboard. Perlu diperhatikan juga faktor kecepatan angin dan cuaca di lokasi pemasangan, jangan sampai tiang tidak mampu menahan beban billboard dan jatuh yang akan mengakibatkan kerugian bagi semua pihak. Penggunaan tiang ini bisa hanya satu tiang yang disebut single pole, dua tiang / double pole atau lebih, tergantung kebutuhan. Setelah tiang terpasang, pada umumnya dibuat dudukan billboard yang biasa disebut gelagar. Gelagar ini terbuat dari besi siku 4x4 cm dibuat kotak-kotak dengan jarak 1.00 m dan tiap kotak dibuat cross (silang) sebagai penguat. Ketebalan gelagar billboard bervariasi tergantung diameter tiang, tetapi biasanya minimal 40 - 50 cm agar orang bisa masuk ke celah gelagar untuk pemeliharaan, service dan ganti materi ke depannya.

Ilustrasi Contoh Konstruksi Billboard Menggunakan Tiang
Visual billboard yang dapat berupa vynil atau flexy dipasang pada rangka yang disebut panel, terbuat dari besi hollow 3x3 cm atau 4x4 cm. Pemasangan flexy ini sebaiknya tidak langsung dipasang pada panel tetapi diberi dasar dulu berupa plat alumunium tipis (0.50 mm) agar flexy tidak mudah sobek oleh faktor cuaca terutama angin.
Ilustrasi Contoh Konstruksi Billboard Menempel pada Dinding

Agar billboard masih dapat terlihat pada malam hari, dipastikan memerlukan penerangan. Lampu HPIT 400 watt biasanya banyak digunakan pada billboard sebagai sumber penerangan. Idealnya lampu ini dipasang dengan jarak 2.00 m antar lampu agar penyebaran cahayanya merata. Ada juga yang sudah menggunakan lampu sorot LED dengan daya listrik yang lebih kecil tetapi tentu saja dengan harga pembelian yang lebih mahal.

Berapa biaya pembuatan sebuah billboard ?
Media promosi baik di luar ruangan (outdoor) maupun di dalam ruangan (indoor) seperti billboard, neon box dan sejenisnya sangat variatif model dan ukurannya, sehingga harga hanya dapat ditentukan apabila kami telah memiliki rincian data terhadap media yang akan dibuat dan dipasang tersebut. Data-data yang diperlukan tersebut antara lain :
1. Titik lokasi yang sudah ditentukan dan disepakati bersama.
2. Ukuran dan jumlah sisi billboard yang akan diproduksi.
3. Model/bentuk/desain yang sudah direncanakan sebelumnya
4. Sumber pencahayaan dan kapasitas pencahayaan, apakah menggunakan TL atau LED dari arah dalam (backlight) atau menggunakan lampu sorot dari arah luar (frontlight).

Apabila Anda berminat membuat billboard menggunakan jasa kami, silahkan informasikan data-data tersebut  via :
Email ke splinemedia[at]gmail.com atau mitrakreasi.cv[at]gmail.com
Telepon / WhatsApp (Ade Firman) : 0812 1414 7873
BBM : 7D24EFEB

Kami melayani pembuatan billboard untuk wilayah Bandung, Cimahi dan sekitarnya (Jawa Barat dan Jakarta).

2014/08/09

Proses perancangan atau desain grafis sebenarnya tergantung dari desainernya itu sendiri dalam menentukan cara terbaik dia bekerja sampai menghasilkan desain yang dia inginkan. Proses ini juga bisa berubah tergantung pada kasus desain yang dihadapi, tetapi secara umum tahapan mendesain grafis itu adalah sebagai berikut :

1. Nyatakan Tujuan atau Masalah dalam Kata-Kata Kita Sendiri
Kita harus mengerti tujuan atau permasalahan desain yang akan kita buat. Tulis tujuan atau masalah tersebut pada kertas atau papan tulis, usahakan tulisan tersebut diletakkan di tempat yang selalu kita lihat sebagai pemandu untuk bekerja mencari solusi dari masalah desain kita.

2. Mencari Ide Kreatif dengan Melakukan Riset
Jadilah kreatif dengan cara mencari informasi tentang topik yang akan kita desain. Tahap ini adalah tahap yang krusial karena merupakan nilai jual utama seorang desainer.Informasi dapat kita cari dengan cara pergi ke perpustakaan, membaca buku, majalah, koran, browsing di internet atau bisa juga dengan melakukan survey/studi banding.
Ide-ide dari media-media tersebut kita jadikan sebagai referensi dan inspirasi, tidak dibenarkan menjiplaknya secara mentah-mentah, hal itu hanya akan menjadikan kita sebagai seorang plagiator.

3. Berpikir dengan Pensil / Mouse Ada di Tangan Kita
Duduk dan berfikir saja tidak cukup, kita perlu langsung berfikir dan menggambar suatu sketsa sederhana. Satu sketsa dapat menuntun kita ke gambar atau ide kreatif yang lainnya. Tidak masalah gambar kita jelek karena gambar tersebut hanyalah sebuah sketsa. Sketsa seharusnya dibuat dengan sederhana dan dikerjakan dalam waktu yang singkat, jangan dulu memikirkan terlalu jauh ide sketsa kita, sketsa ini tujuannya untuk memvisualisasikan ide desain kita secara kasar.

4. Pilih 3 Sketsa yang Paling Baik dan Pindahkan ke Gambar Kasar

Gambar kasar memungkinkan kita untuk memvisualisasikan ide kita menjadi lebih realistis. Gambar kasar lebih menunjukkan elemen-elemen dasar desain grafis daripada sketsa sederhana. Pada gambar kasar ini kita mulai mencoba ide, metode, teknik, peralatan dan warna.

5. Pilih Gambar Kasar Terbaik dan Pindahkan ke Gambar yang Lebih Komprehensif
Yang dimaksud dengan gambar komprehensif di sini adalah sebuah perwujudan secara rinci dari desain, huruf, ilustrasi, foto dan layout dibuat mendekati hasil akhir yang diinginkan.

2014/07/14

Bagi suatu perusahaan yang baru didirikan maupun yang sudah berjalan, dipastikan memerlukan suatu media promosi atau publikasi kepada target pasarnya. Media ini bertujuan mengenalkan serta membangun brand awarness terhadap para pelanggan dan calon pelanggan mereka kelak. Dengan sudah terbangunnya kesadaran publik akan brand yang dipromosikan, diharapkan akan meningkatnya pula penjualan produk dari brand tersebut.

Pembuatan neonbox merupakan salah satu strategi promosi produk atau bisnis yang dapat diterapkan untuk menunjang kemajuan usaha. Neon box bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin memulai sebuah usaha selain karena harganya yang relatif murah, neonbox juga efektif untuk menarik perhatian para calon pelanggan Anda.

Apa yang dimaksud dengan neon box ?
Neon Box adalah salah satu bentuk promosi atau iklan dengan menggunakan media visual flexy backlite digital printing, flexy backlite polos finishing cutting sticker atau dapat juga menggunakan acrylic putih susu finishing sticker backlite digital printing/cutting sticker.

Neon box lebih terkesan menarik dibanding dengan billboard biasa karena pada saat malam hari media ini dapat menyala  sehingga dapat  menerangi visualisasi brand yang ada dalam neonbox tersebut. Penerangan tersebut berasal dari lampu neon yang dirangkai untuk pencahayaan dari dalam. Saat ini penerangan neonbox dapat juga menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi namun dengan harga produksi yang lebih mahal.
Ilustrasi Contoh Neonbox Acrylic dengan Penerangan LED
Secara lengkapnya, spesifikasi neonbox yang biasa kami buat terdiri dari rangka dasar dari besi hollow 3x3 cm. Cover samping atau frame yang digunakan dapat berupa alumunium 0.80 mm finishing spray cat duco atau sticker merk Oracal, plat stainless 0.60 mm kilap atau full acrylic. Cover belakang apabila neonbox tersebut satu sisi/muka saja, menggunakan plat alumunium 0.50 mm. Penerangan seperti yang disebutkan di atas, dapat mengggunakan lampu TL atau LED tergantung dari kebutuhan dan tujuannya. Untuk visual sudah disebutkan juga di atas, yaitu dapat menggunakan bahan flexy backlite atau acrylic.
Ilustrasi Contoh Neonbox TL Berbentuk Huruf L
Berapa biaya pembuatan sebuah neon box ?
Media promosi baik di luar ruangan (outdoor) maupun di dalam ruangan (indoor) seperti billboard, neon box dan sejenisnya sangat variatif model dan ukurannya, sehingga harga hanya dapat ditentukan apabila kami telah memiliki rincian data terhadap media yang akan dibuat dan dipasang tersebut. Data-data yang diperlukan tersebut antara lain :
1. Titik lokasi yang sudah ditentukan dan disepakati bersama.
2. Ukuran dan jumlah sisi neonbox yang akan diproduksi.
3. Model/bentuk/desain yang sudah direncanakan sebelumnya
4. Sumber pencahayaan dan kapasitas pencahayaan, apakah menggunakan TL atau LED dari arah dalam (backlight) atau menggunakan lampu sorot dari arah luar (frontlight).

Apabila Anda berminat membuat neon box menggunakan jasa kami, silahkan informasikan data-data tersebut  via :
Email ke splinemedia[at]gmail.com atau mitrakreasi.cv[at]gmail.com
Telepon / WhatsApp (Ade Firman) : 0812 1414 7873
BBM : 7D24EFEB

Kami melayani pembuatan neon box flexy digital printing, neon box cutting sticker dan neon box acrylic untuk daerah Bandung, Cimahi dan sekitarnya (Jawa Barat dan Jakarta).

2014/02/28

Sebuah proyek desain grafis dapat melibatkan stilisasi dan presentasi teks yang sudah ada dan citra atau gambar yang sudah ada yang dikembangkan lagi oleh seorang desainer grafis. Misalnya, cerita surat kabar dimulai dari wartawan dan jurnalis foto lalu kemudian diserahkan kepada desainer grafis untuk mengatur tata letak halaman baik dan menarik serta menentukan setiap elemen grafis lainnya yang perlu dimasukkan. Dalam sebuah artikel majalah atau iklan, seorang desainer grafis atau art director seringkali meminta jasa dari fotografer atau ilustrator untuk membuat potongan-potongan original untuk dimasukkan ke dalam layout desain. Atau desainer dapat memanfaatkan stok gambar atau foto yang sudah ada. Sekarang ini, praktek desain kontemporer telah dibantu oleh adanya komputer modern, misalnya dalam penggunaan WYSIWYG user interface, hal ini sering disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Sumber: Wikipedia

2014/02/19

Penerapan desain grafis ada di hampir seluruh bidang, mulai dari rambu-rambu lalu-lintas sampai ke skema teknis, dari memorandum kantor ke referensi manual. Desain grafis meningkatkan transfer pengetahuan dan pesan visual. Keterbacaan dan kejelasan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan presentasi visual dan tata letak teks.

Desain juga dapat membantu dalam menjual produk atau ide melalui komunikasi visual yang efektif. Hal ini diterapkan untuk produk dan unsur-unsur identitas perusahaan seperti logo, warna, kemasan, dan teks. Penggabungan semua unsur tersebut kita kenal sebagai sebagai merek atau branding. Branding telah semakin menjadi sesuatu yang penting dalam berbagai layanan yang ditawarkan oleh banyak desainer grafis, di samping identitas perusahaan. Penggunaan istilah ini sering digunakan secara bergantian, branding lebih cenderung terkait dengan mengidentifikasi merek atau nama dagang untuk suatu produk atau jasa, sedangkan identitas perusahaan dapat memiliki makna yang lebih luas yang berkaitan dengan struktur dan etos perusahaan, serta image perusahaan di mata umum. Desainer grafis akan sering merupakan bagian dari sebuah tim yang bekerja pada identitas dan branding proyek perusahaan. Anggota lain dari tim ini yang dapat mencakup profesional pemasaran, konsultan komunikasi dan penulis komersial.

Buku teks dirancang untuk menyajikan pelajaran seperti geografi, ilmu pengetahuan, dan matematika. Publikasi ini memiliki layout yang menggambarkan teori-teori dan diagram. Sebuah contoh umum grafis yang digunakan untuk mendidik adalah diagram anatomi manusia. Desain grafis juga diterapkan pada tata letak dan format materi pendidikan untuk membuat informasi lebih mudah diakses dan lebih mudah dipahami.

Desain grafis diterapkan di dunia industri hiburan khususnya dalam hal dekorasi, pemandangan, dan visual story telling. Contoh lain dari desain untuk tujuan hiburan termasukdi dalamnya novel, buku komik, sampul DVD, kredit dalam opening film dan kredit dalam penutupan film, program serta alat peraga di atas panggung. Hal ini juga dapat mencakup karya seni yang digunakan untuk t-shirt dan barang lainnya yang dicetak untuk tujuan komersil.

Jurnal ilmiah untuk pelaporan berita, penyajian opini dan fakta juga sering ditingkatkan dengan grafis dan komposisi informasi visual - yang dikenal sebagai desain informasi. Surat kabar, majalah, blog, televisi dan film dokumenter dapat menggunakan desain grafis untuk menginformasikan dan menghibur. Dengan berkembangnya web sekarang ini, desainer informasi dengan pengalaman dalam perangkat interaktif seperti Adobe Flash semakin sering digunakan untuk menggambarkan latar belakang berita.

Sumber : Wikipedia