Showing posts with label Teori. Show all posts
Showing posts with label Teori. Show all posts

2017/01/31

Dalam menjalani sebuah bisnis, suatu hal yang tidak dapat dihindari adalah bertemu dengan klien. Semakin lama kami menjalani bisnis terutama dalam bidang reklame, semakin bertambah pula pengalaman dalam menilai sifat-sifat mereka.

Berdasarkan pengalaman kami, setidaknya ada 5 macam tipe klien yang dapat kami kelompokkan, yaitu:

Tipe Nomor 1 - Langganan
Mereka sudah tahu dan biasa berhubungan dengan kita. Biasanya cukup dengan satu kali telefon atau email, proses produksi sudah bisa dijalankan. Bahkan biasanya perincian harga disusulkan belakangan setelah proses pemasangan selesai dilakukan.

Tipe Nomor 2 - Ini yang saya mau, saya tidak punya waktu lagi, kerjakan saja seperti itu.
Mereka tahu apa yang mereka inginkan, dan jika kami beri saran dan masukan, klien cenderung menyetujui atau menolak dalam waktu yang cepat saran atau masukan tersebut sehingga membuat seluruh proses produksi berjalan dengan lancar dan cepat.

Tipe Nomor 3 - Harga adalah Segalanya
Mereka datang dengan desain yang mewah dan meminta spesifikasi yang tinggi untuk sign yang ingin mereka buat. Tetapi ketika disodorkan penawaran harga, mereka kaget kenapa bisa harga yang kami tawarkan bisa tinggi sekali. Contoh ekstrim-nya, dari yang awalnya ingin membuat huruf timbul menyala, akhirnya mereka hanya memesan sebuah papan nama toko biasa saja dan tanpa ditambahi penerangan. Klien seperti ini banyak menghabiskan waktu dalam proses / tahap persiapan (desain, perhitungan dan penawaran harga), untuk proses produksi biasanya berjalan normal.

Tipe Nomor 4 - Pemilih
Si klien datang dengan daftar yang panjang yang berisi permintaan-permintaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam proses pembuatan signage yang akan dia pesan. Ketika tiba waktunya masuk dalam proses produksi, ada banyak permintaan tambahan disana - sini, seperti misalnya perubahan warna, penambahan komponen produksi atau bahkan lebih parah perubahan desain. Hal ini sudah pasti akan menghambat jalannya proses produksi yang berpengaruh juga pada waktu pemasangan.

Tipe Nomor 5 - Tidak Tahu Apa-apa
Mereka tahu mereka butuh sign untuk membuat toko / kantor maupun produknya lebih dikenal, tetapi tidak mempunyai ide apa yang mereka inginkan. Mereka cenderung banyak bertanya dan berlama-lama melihat portofolio yang kita sodorkan. Klien tipe ini cenderung menghabiskan waktu dalam proses desain. Sudah dapat dipastikan kita perlu merevisi lagi desain yang telah diajukan minimal 2 - 3 kali revisi sebelum masuk ke tahap penghitungan harga. Seringkali kita telah membuat beberapa revisi, tetapi pada akhirnya desain pertama yang malah disetujui untuk diproduksi. Apabila kita merasa waktu dan biaya dalam mendesain itu merupakan hal yang berharga, ada baiknya kita tentukan dari awal batas maksimal revisi-nya.
Sumber: http://www.systemcomic.com/2012/02/14/the-system-560-types-of-clients/
Memahami bagaimana klien mengambil keputusan akan sangat membantu mempercepat proses awal tersebut. Bagaimana merubah seorang klien yang tidak tahu apa-apa menjadi klien yang merasa puas dengan desain dan hasil kerja kita merupakan sebuah pembelajaran yang sangat berharga, dan pengalaman lah yang menjadi gurunya.

2016/02/26

Kita semua sering mendengar istilah "a picture is worth a thousand words" atau sebuah gambar bernilai seribu kata, hal ini benar adanya, Tidak ada cara untuk menghitung berapa banyak kita belajar melalui gambar. Komunikasi selalu mempunyai peran penting untuk seni. Sebelum surat diciptakan, komunikasi terdiri dari simbol-simbol bergambar yang sederhana. Sekarang ini, gambar dapat berfungsi sebagai semacam bahasa internasional. Sebuah gambar dapat dipahami ketika kata-kata susah dimengerti untuk orang asing atau buta huruf. Misalnya, ketika di Jerman, kita tidak perlu memahami bahasa Jerman untuk segera mengerti pesan toilet untuk laki-laki atau perempuan.

Seni sebagai Komunikasi
Dalam seni, seperti dalam komunikasi, artis atau desainer berusaha mengatakan sesuatu bagi pemirsa. Dalam seni, tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mengomunikasikan suatu ide dari si artis atau desainer. Semua unsur seni dapat digunakan dalam komunikasi. Garis abstrak, warna, dan bentuk bisa sangat efektif mengekspresikan ide atau perasaan. Seringkali komunikasi dicapai melalui simbol-simbol, gambar - gambar yang menyiratkan suatu tema atau pesan kepada pemirsa. Kecerdikan imajinasi kreatif yang dilakukan dalam memilih gambar merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu karya seni. Karya yang bagus dapat menunjukkan bahwa kata-kata tidak terlalu diperlukan untuk komunikasi.

Proses Kreatif
Solusi desain yang sukses adalah karena adanya ide - ide yang baik. Banyak orang bertanya - tanya, bagaimana caranya mendapatkan ide. Hampir semua orang mengalami hal ini dari waktu ke waktu. Bahkan seorang seniman profesional pun dapat menatap kanvas kosong dan seorang penulis sukses terpaku pada di secarik kertas kosong. Suatu ide dalam seni dapat berupa berbagai bentuk, bervariasi mulai dari efek visual yang spesifik hingga pesan yang jelas dari sebuah komunikasi intelektual. Ide ini juga mencakup bentuk dan isi.

Suatu hal yang meragukan apabila seseorang dapat benar - benar menjelaskan secara tepat mengapa atau bagaimana kita dapat menemukan ide untuk sesuatu yang kita sudah bingung memikirkannya. Ide - ide tersebut bisa muncul ketika kita berada di kamar mandi, memotong rumput, mencuci mobil atau banyak lagi situasi lain yang sepertinya menurut kita tidak mungkin untuk mendapatkan sebuah ide. Tetapi kita tidak perlu mengkhawatirkan ide atau solusi yang datang secara tiba-tiba tersebut. Ide - ide akan datang terus kepada kita, tetapi bagaimana jika kita dibatasi oleh tenggat waktu? Apa yang bisa kita lakukan secara sadar untuk merangsang suatu proses kreatif? Aktivitas apa saja yang dapat dilakukan untuk mendorong kemungkinan munculnya solusi atau ide dengan sendirinya? Media dan pesan dapat sangat bervariasi, namun pada dasarnya ada tiga kegiatan yang sebaiknya kita lakukan, yaitu:

Tinking (Berpikir)
Looking (Melihat)
Doing (Melakukan)

Ketiga hal tersebut adalah langkah - langkah yang tidak berurutan dan tentu saja tidak ada prosedur yang pasti. Hal tersebut tumpang tindih dan dapat dilakukan hampir bersamaan atau bisa juga loncat bolak - balik dari yang satu ke yang lainnya (ketiga hal tersebut akan dibahas pada pos selanjutnya). Tetapi walaupun begitu, satu hal yang pasti momen "mendapatkan pencerahan" tersebut jarang terjadi apabila kita tidak menginvestasikan energi ke dalam masalah yang dihadapi. Louis Pasteur pernah mengatakan, "chance favors the prepared mind" yang maksudnya kira-kira kesempatan datang kepada pikiran yang sudah disiapkan sebelumnya, pelukis Chuck Close mengatakan "Inspiration is for amateurs. The rest of us get to work."

Referensi : Design Basic oleh David A. Lauer / Stephen Pentak.
Kartun dari http://www.murraythenut.com/2010/03/30/the-creative-process-2_2/ 

2016/01/14

Pengertian Desain
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata desain? Apakah Anda mengaitkannya dengan fashion, grafik, furniture, atau otomotif? Desain mempunyai arti yang lebih universal daripada aplikasi komersial yang mungkin terpikir pertama kali oleh Anda. Dalam kamus desain sinonim dengan rencana (plan), mendesain berarti sama dengan merencanakan atau mengatur. Desain masuk ke dalam berbagai disiplin ilmu seni mulai dari melukis, menggambar sampai seni patung, fotografi, dan media berbasis waktu seperti film, video, komputer grafis, dan animasi, termasuk juga kerajinan seperti keramik, teksstil dan kaca hias. Arsitektur, arsitektur landscape dan perencanaan tata kota juga mengaplikasikan prinsip desain visual. Masih banyak lagi bidang-bidang yang menggunakan desain di dunia ini yang tidak dapat dituliskan di sini. 

Organisasi Visual
Desain pada dasarnya lawan kata dari kebetulan atau coba-coba. Dalam percakaapan sehari-hari, ketika kita bilang "hal ini terjadi karena desain" yang kita maksud bahwa hal itu sudah direncanakan, bukan terjadi karena kebetulan belaka. Di semua bidang pekerjaan ada perencanaan, artis atau desainer merencanakan elemen-elemen untuk membentuk suatu bentuk visual. Tergantung kondisi di lapangan, elemen-elemen ini sangat bervariasi. Apapun elemennya, hasilnya selalu  sebuah organisasi visual. Seni, seperti juga karir dan pekerjaan lainnya, berkaitan dengan mencari jawaban dari suatu masalah. Dalam seni, pencarian solusi visual ini sering kita sebut dengan proses desain.

Pemecahan Masalah Kreatif
Seni disebut bidang kreatif karena dalam bidang ini tidak ada jawaban yang benar untuk menjawab suatu masalah. Variasi yang tidak terbatas dari interpretasi seseorang dan pengaplikasian dimungkinkan terjadi. Masalah dalam seni bervariasi dari yang simple sampai yang kompleks, pelukis atau pematung independen biasanya menciptakan sendiri "masalah" itu atau menjelajahi keinginan mereka. Seorang artis dapat memilih untuk mempersempit atau memperlebar ruang lingkup masalah sesuai dengan keinginan mereka. Beda lagi dengan arsitek atau desainer grafik / indutrial yang biasanya diberikan suatu masalah, seringkali dengan opsi yang spesifik dan batasan yang jelas. Tetapi walau begitu, semua masalah seni atau visual mempunyai tujuan yang sama yaitu solusi kreatif atau pemecahan masalah kreatif.

Seni versus Desain


Aspek kreatif dari seni juga termasuk istilah yang sering kita dengar, "tidak ada peraturan dalam seni". Hal ini benar, dalam memecahkan masalah secara visual, tidak ada batasan atau petunjuk apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mengingat objektif yang bervariasi dari seni visual dari zaman ke zaman, hukum yang absolut adalah tidak mungkin. Tetapi jika istilah "no rules" diartikan bahwa semua desain sama dan secara visual berhasil atau bagus, hal itu tidak benar. Praktek artistik dan kriteria-kriteria tertentu telah dikembangkan dari karya-karya yang sukses, yang seorang seniman maupun desainer harus sadari. Dengan demikian, pedoman (bukan aturan) itu ada yang biasanya akan membantu dalam penciptaan desain yang sukses. Pedoman ini tentu tidak berarti seorang artis dibatasi oleh solusi spesifik tertentu.

Bentuk dan Isi
Pada dasarnya seni terdiri dari dua unsur yang saling melengkapi, yaitu bentuk dan isi. Bentuk adalah murni aspek visual, manipulasi dari berbagai macam elemen dan prinsip desain. Isi lebih menekankan ke hal materi, cerita atau informasi yang dikomunikasikan kepada kita dari sebuah karya seni. Isi adalah apa yang artis ingin sampaikan, bentuk aadalah bagaimana mereka menyampaikannya.

Kadang-kadang tujuan dari karya seni atau desain adalah murni estetika. Misalnya, perhiasan dimana satu-satunya "masalah" adalah menciptakan kepuasan visual. Seni adalah dan selalu menjadi sarana komunikasi visual.

Referensi : Design Basic oleh David A. Lauer / Stephen Pentak.
Gambar komik karya Jerry King (sumber : http://www.webdesignerdepot.com/2016/01/comics-of-the-week-321/)

2015/09/29

Contoh Foto Billboard (koleksi pribadi)
Billboard atau sering juga disebut hoarding adalah bentuk/struktur advertising luar ruangan yang besar, biasanya dapat dengan mudah ditemukan di daerah yang mempunyai lalu lintas tinggi seperti di samping jalan raya yang ramai. Billboard menyajikan iklan besar untuk pejalan kaki yang lewat dan pengemudi kendaraan. Billboard biasanya menyajikan slogan berukuran besar dan visual yang unik untuk dapat menarik perhatian orang banyak.

Billboard yang berukuran besar dikenal dengan nama bulletin, biasanya terletak di jalan raya utama dan jalan tol. Bulletin mempunyai visibilitas yang besar, karena selain dari segi ukuran, juga memungkinkan adanya perubahan bentuk yang kreatif melalui tambahan material dan hiasan.
Poster adalah bentuk lain yang umum dari iklan billboard, biasanya di di sepanjang jalan arteri primer dan sekunder. Poster adalah format lebih kecil dari buletin dan dipandang terempatkan di jalan yang lebih kecil dibandingkan dengan bulletin.

Iklan billboard dirancang untuk menarik perhatian orang dan membuat kesan yang tak terlupakan dalam waktu yang relatif cepat, membuat si pembaca berpikir tentang iklan tersebut setelah mereka melewatinya. Iklan di billboard harus dapat dibaca dalam waktu yang sangat singkat karena biasanya orang membaca sambil berlalu dengan kecepatan tinggi. Jadi biasanya iklan berisi hanya beberapa kata, di cetak besar, dan gambar yang lucu atau warna yang mencolok.

Beberapa desain billboard ada yang overlap (keluar) dari bidang yang billboard sebenarnya, dengan bagian yang menggantung tepi billboard atau menonjol keluar dari billboard dalam bentuk tiga dimensi. Di Indonesia sekarang sudah banyak ditemui model billboard yang seperti ini.
Sebelum adanya printing dalam format lebar, billboard dibuat dengan cara dicat. Gambar dibuat pola terlebih dahulu pada panel kertas, lalu panel kertas tersebut diletakkan di atas bidang billboard dan di-trace secara manual menggunakan sejenis roda yang bergerigi sehingga meninggalkan bekas pada bidang billboard. Bekas tersebut diperjelas dengan kapur atau pensil yang hasil akhirnya berupa outline gambar. Setelah itu baru papan / bidang billboard diberi warna sesuai dengan desain menggunakan airbrush atau memakai kuas.

Billboard digital adalah billboard yang dibuat dari program komputer dan perangkat lunak. Billboard digital dapat dirancang untuk menampilkan running text, menampilkan beberapa iklan yang berbeda dari perusahaan yang sama atau bahkan perusahaan yang berbeda dengan pengaturan slot waktu.
Advertising luar ruangan seperti billboard mobile, efektif karena sulit untuk diabaikan. Menurut survei nasional Inggris, juga mengesankan. Capitol Communications Group menemukan bahwa 81,7% dari mereka yang survei dapat mengingat gambar yang mereka lihat pada mobile billboard dibandingkan dengan billboard statis.

Tidak seperti billboard pada umumnya, billboard mobile dapat ditempatkan langsung ke target pasar. Billboard jenis ini dapat ditempatkan di mana pun ada keramaian seperti acara bazaar termasuk juga pusat konvensi, stasiun kereta api, bandara dan arena olahraga. Mobile billboard juga dapat dijalankan melalui rute yang sama dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan bahwa pesan pengiklan tidak hanya terlihat, tapi informasi yang disampaikan dapat dipertahankan melalui pengulangan.

Beberapa billboard tidak hanya digunakan untuk iklan, tetapi dapat juga digunakan untuk berbagai tujuan. Iklan dapat diintegrasikan pada misalnya antena telekomunikasi dan atau tiang penerangan umum. Billboard juga dapat ditempatkan pada sepeda sebagai mobile billboard seperti yang ditulis di atas atau pada kendaraan lainnya seperti mobil dan truk.


Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Billboard

2015/09/08


Meskipun LED telah digunakan secara luas lebih dari 40 tahun yang lalu, tetapi masih banyak orang yang belum tahu apa itu LED, karena memang boomingnya baru sekarang-sekarang ini. Perkembangan LED tumbuh dengan pesat dan menjadi barang yang berkontribusi besar dalam hal penghematan listrik. LED masa sekarang ini telah mengalami berbagai perbaikan pada kecerahan, masa pakai, kualitas warna dan bentuknya.

LED Red Green Blue


Pada zaman dulu cahaya LED hanya terbatas pada warna merah saja, tetapi sekarang cahaya LED telah tersedia dalam berbagai macam warna, contohnya sumber pencahayaan untuk penerangan sekarang sudah di atas 100Lm / watt dan masa pakainya bisa sampai 50.000 jam lamanya.

Singkatnya, sekarang LED sudah dianggap sebagai teknologi pencahayaan utama oleh masyarakat.
LED terdiri dari sebuah chip dioda yang terbuat dari bahan semi konduktor, dibungkus dalam  epoxy, plastik, resin atau keramik dan disambungkan pada sirkuit listrik. Pembuatan LED bermacam-macam dalam berbagai bentuk dan ukuran yang menentukan karakteristik optik LED. Umumnya controller optik tambahan digunakan dalam bentuk lensa yang dipasang pada epoxy.

Selain harus memperhatikan sistem optik, dalaam merancang pembuatan LED harus diperhatikan juga pengaturan penyebaran panasnya, karena rasio cahaya panas yang dihasilkan oleh LED jauh lebih tinggi daripada lampu pijar biasa. Tanpa peredam panas yang memadai atau pendinginan aktif, suhu persimpangan internal dioda  akan naik yang akan memperpendek masa pakai LED. LED membutuhkan arus listrik DC, kita biasanya menggunakan  "driver" yang mengubah listrik AC ke DC yang sering kita sebut adaptor atau power supply. Output tegangan listrik pada adaptor harus sesuai dengan yang diperlukan oleh LED, besar tegangan listrik yang tidak sesuai dengan kebutuhan LED akan menyebabkan masa pakai LED berkurang atau juga menyebabkan korsleting.

Adaptor sekarang ini telah memiliki teknologi kontrol yang cukup maju yang memungkinkan peredupan diturunkan ke 0%, dan dengan kumpulan dioda berbeda warna dan penggunaan teknologi seperti DMX Protocols disambungkan dengan mixing konsol dapat menghasilkan efek pencahayaan yang sangat kompleks.

Jadi LED sebenarnya bukan benar-benar sebuah "lampu", karena umumnya digunakan sebagai sistem listrik dan optik yang lengkap, yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah media - maka LED dikenal dengan istilah "solid state lighting", yaitu cahaya yang dipancarkan dari sebuah blok bahan semikonduktor bukan dari dari ruang vakum atau ruang gas.

Cahaya yang dihasilkan oleh LED adalah monokromatik, warna cahaya yang dipancarkan tergantung pada bahan yang digunakan dalam pembuatan LED dan bervariasi dari merah sampai oranye, kuning, hijau dan biru.

Untuk menghasilkan cahaya putih, ada dua metode yang bisa digunakan. Cara yang terbaik, dari segi kualitas spektrum cahaya, diproduksi menggunakan UV LED biru lalu dicoating dengan lapisan fosfor (biasanya berwarna kuning). Pada dasarnya proses ini sama dengan lampu neon.

LED juga dapat dikonfigurasi untuk menghasilkan campuran cahaya, baik melalui penggunaan tiga atau lebih LED warna berbeda (yaitu merah, hijau dan biru). Caranya dengan menggabungkan dua atau lebih chip warna yang berbeda dalam satu wadah epoxy yang sama.

Colour-Rendering Index (CRI) adalah ukuran kemampuan sumber pencahayaan untuk menampilkan warna dari sebuah objek. Angka yang lebih tinggi lebih baik, sampai maksimum 100. LED yang sering digunakan untuk penerangan interior memiliki CRI sekitar 90 +.

Salah satu kelebihan teknologi LED adalah masa pakai/hidup yang relatif panjang dibanding dengan sumber cahaya lainnya, produsen mengklaim masa pakai LED lebih dari 50.000 jam, tetapi faktor-faktor lain harus dipertimbangkan juga. Secara umum cahaya LED dapat menurun dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan terutama karena perubahan warna dari bungkus epoxynya.
Depresiasi lumen  dari masa pakai LED bervariasi tiap produsen, tergantung pada bagaimana LED dibuat, suhu pada saat pengoperasian dan kondisi power supply.

Rangkaian LED telah terbukti ideal untuk pembuatan suatu signage, penggunaannya sekarang telah meluas mulai dari jalan-jalan, toko, kantor dan bahkan perumahan. Selain itu, LED sebagai cahaya yang menghasilkan "cahaya dingin", memiliki manfaat besar dalam penggunaannya di museum dan outlet ritel di mana cahaya panas dapat merusak tampilan.

Secara umum keunggulan LED adalah :
- Warna terang dan menghasilkan cahaya putih berkualitas tinggi.
- Output Lumen yang tinggi dengan kegunaan yang luas.
- Kontrol optik yang baik - menghasilkan cahaya yang bisa diarahkan dari sumber yang kecil
- Rendah pemeliharaan - masa pakai yang sangat panjang, tahan pada getaran.
- Cahaya tidak menimbulkan panas karena tidak ada IR atau UV yang dipancarkan
- Cahaya instan yang bisa diatur keredupannya
- Tidak mengandung zat beracun (merkuri)

Sumber :
Artikel : http://www.rs-online.com/designspark/electronics/blog/new-to-led-lighting-take-a-look-leds-for-dummies
Foto : http://www.thenewecologist.com/2012/11/green-christmas-why-led-lights-are-better/

2014/08/09

Proses perancangan atau desain grafis sebenarnya tergantung dari desainernya itu sendiri dalam menentukan cara terbaik dia bekerja sampai menghasilkan desain yang dia inginkan. Proses ini juga bisa berubah tergantung pada kasus desain yang dihadapi, tetapi secara umum tahapan mendesain grafis itu adalah sebagai berikut :

1. Nyatakan Tujuan atau Masalah dalam Kata-Kata Kita Sendiri
Kita harus mengerti tujuan atau permasalahan desain yang akan kita buat. Tulis tujuan atau masalah tersebut pada kertas atau papan tulis, usahakan tulisan tersebut diletakkan di tempat yang selalu kita lihat sebagai pemandu untuk bekerja mencari solusi dari masalah desain kita.

2. Mencari Ide Kreatif dengan Melakukan Riset
Jadilah kreatif dengan cara mencari informasi tentang topik yang akan kita desain. Tahap ini adalah tahap yang krusial karena merupakan nilai jual utama seorang desainer.Informasi dapat kita cari dengan cara pergi ke perpustakaan, membaca buku, majalah, koran, browsing di internet atau bisa juga dengan melakukan survey/studi banding.
Ide-ide dari media-media tersebut kita jadikan sebagai referensi dan inspirasi, tidak dibenarkan menjiplaknya secara mentah-mentah, hal itu hanya akan menjadikan kita sebagai seorang plagiator.

3. Berpikir dengan Pensil / Mouse Ada di Tangan Kita
Duduk dan berfikir saja tidak cukup, kita perlu langsung berfikir dan menggambar suatu sketsa sederhana. Satu sketsa dapat menuntun kita ke gambar atau ide kreatif yang lainnya. Tidak masalah gambar kita jelek karena gambar tersebut hanyalah sebuah sketsa. Sketsa seharusnya dibuat dengan sederhana dan dikerjakan dalam waktu yang singkat, jangan dulu memikirkan terlalu jauh ide sketsa kita, sketsa ini tujuannya untuk memvisualisasikan ide desain kita secara kasar.

4. Pilih 3 Sketsa yang Paling Baik dan Pindahkan ke Gambar Kasar

Gambar kasar memungkinkan kita untuk memvisualisasikan ide kita menjadi lebih realistis. Gambar kasar lebih menunjukkan elemen-elemen dasar desain grafis daripada sketsa sederhana. Pada gambar kasar ini kita mulai mencoba ide, metode, teknik, peralatan dan warna.

5. Pilih Gambar Kasar Terbaik dan Pindahkan ke Gambar yang Lebih Komprehensif
Yang dimaksud dengan gambar komprehensif di sini adalah sebuah perwujudan secara rinci dari desain, huruf, ilustrasi, foto dan layout dibuat mendekati hasil akhir yang diinginkan.

2014/02/28

Sebuah proyek desain grafis dapat melibatkan stilisasi dan presentasi teks yang sudah ada dan citra atau gambar yang sudah ada yang dikembangkan lagi oleh seorang desainer grafis. Misalnya, cerita surat kabar dimulai dari wartawan dan jurnalis foto lalu kemudian diserahkan kepada desainer grafis untuk mengatur tata letak halaman baik dan menarik serta menentukan setiap elemen grafis lainnya yang perlu dimasukkan. Dalam sebuah artikel majalah atau iklan, seorang desainer grafis atau art director seringkali meminta jasa dari fotografer atau ilustrator untuk membuat potongan-potongan original untuk dimasukkan ke dalam layout desain. Atau desainer dapat memanfaatkan stok gambar atau foto yang sudah ada. Sekarang ini, praktek desain kontemporer telah dibantu oleh adanya komputer modern, misalnya dalam penggunaan WYSIWYG user interface, hal ini sering disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Sumber: Wikipedia

2014/02/19

Penerapan desain grafis ada di hampir seluruh bidang, mulai dari rambu-rambu lalu-lintas sampai ke skema teknis, dari memorandum kantor ke referensi manual. Desain grafis meningkatkan transfer pengetahuan dan pesan visual. Keterbacaan dan kejelasan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan presentasi visual dan tata letak teks.

Desain juga dapat membantu dalam menjual produk atau ide melalui komunikasi visual yang efektif. Hal ini diterapkan untuk produk dan unsur-unsur identitas perusahaan seperti logo, warna, kemasan, dan teks. Penggabungan semua unsur tersebut kita kenal sebagai sebagai merek atau branding. Branding telah semakin menjadi sesuatu yang penting dalam berbagai layanan yang ditawarkan oleh banyak desainer grafis, di samping identitas perusahaan. Penggunaan istilah ini sering digunakan secara bergantian, branding lebih cenderung terkait dengan mengidentifikasi merek atau nama dagang untuk suatu produk atau jasa, sedangkan identitas perusahaan dapat memiliki makna yang lebih luas yang berkaitan dengan struktur dan etos perusahaan, serta image perusahaan di mata umum. Desainer grafis akan sering merupakan bagian dari sebuah tim yang bekerja pada identitas dan branding proyek perusahaan. Anggota lain dari tim ini yang dapat mencakup profesional pemasaran, konsultan komunikasi dan penulis komersial.

Buku teks dirancang untuk menyajikan pelajaran seperti geografi, ilmu pengetahuan, dan matematika. Publikasi ini memiliki layout yang menggambarkan teori-teori dan diagram. Sebuah contoh umum grafis yang digunakan untuk mendidik adalah diagram anatomi manusia. Desain grafis juga diterapkan pada tata letak dan format materi pendidikan untuk membuat informasi lebih mudah diakses dan lebih mudah dipahami.

Desain grafis diterapkan di dunia industri hiburan khususnya dalam hal dekorasi, pemandangan, dan visual story telling. Contoh lain dari desain untuk tujuan hiburan termasukdi dalamnya novel, buku komik, sampul DVD, kredit dalam opening film dan kredit dalam penutupan film, program serta alat peraga di atas panggung. Hal ini juga dapat mencakup karya seni yang digunakan untuk t-shirt dan barang lainnya yang dicetak untuk tujuan komersil.

Jurnal ilmiah untuk pelaporan berita, penyajian opini dan fakta juga sering ditingkatkan dengan grafis dan komposisi informasi visual - yang dikenal sebagai desain informasi. Surat kabar, majalah, blog, televisi dan film dokumenter dapat menggunakan desain grafis untuk menginformasikan dan menghibur. Dengan berkembangnya web sekarang ini, desainer informasi dengan pengalaman dalam perangkat interaktif seperti Adobe Flash semakin sering digunakan untuk menggambarkan latar belakang berita.

Sumber : Wikipedia

2014/02/17

Munculnya pencetakan
Pada zaman Dinasti Tang (618-907) antara 7 sampai 9 Masehi, balok kayu dipotong untuk digunakan sebagai alat cetak di bidang tekstil dan kemudian pada perkembangannya digunakan juga untuk memproduksi naskah-naskah dalam kitab agama Buddha. Sebuah kitab Buddha dicetak pada tahun 868 adalah buku yang pertama kali dikenal dibuat dengan cara dicetak. Pada awal abad ke-11, gulungan panjang dan buku yang diproduksi menggunakan cetakan teks sehingga pencetakan buku banyak tersedia selama dinasti Song (960-1279). Sekitar tahun 1450, buku sudah banyak beredar di Eropa, buku tersebut dibuat oleh percetakan Johann Gutenberg. Desain buku dari Aldus Manutius mengembangkan struktur buku yang akan menjadi dasar bagi desain publikasi di barat. Era desain grafis ini disebut Humanis atau Old Style.

Munculnya industri desain
Pada akhir abad ke-19 di Eropa, terutama di Inggris, publikasi resmi pertama dari desain cetak dirilis, yang menandai pemisahan desain grafis dari seni rupa.
Pada tahun 1849, Henry Cole menjadi salah satu pengaruh utama dalam pendidikan desain di Inggris, menginformasikan pemerintah tentang pentingnya desain dalam jurnalnya yang berjudul Desain dan Manufaktur. Ia mengorganisir pameran besar sebagai perayaan teknologi industri modern dan desain Victoria.

Dari tahun 1891 sampai 1896, William Morris' Kelmscott Press menerbitkan buku yang termasuk beberapa yang paling signifikan tentang desain grafis dari produk Seni dan Kerajinan, dan membuat bisnis yang sangat menguntungkan untuk membuat buku perbaikan gaya yang besar dan menjualnya kepada publik . Morris menciptakan pasar untuk karya desain grafis dan menciptakan sebuah profesi untuk seni jenis baru ini bagi individu yang ingin mencari nafkah melalui desain grafis. Pekerjaan Kelmscott Pers dicirikan oleh obsesi dengan gaya historis. Historisisme ini, bagaimanapun, penting peranannya karena menimbulkan reaksi signifikan pertama dari negara basi desain grafis abad ke-19. Karya Morris, bersama dengan perkembangan percetakan swasta lainnya, dipengaruhi langsung oleh Art Nouveau dan secara tidak langsung bertanggung jawab atas perkembangan desain grafis awal abad ke-20 secara umum.

Desain abad ke-20
Nama "Desain Grafis" pertama kali muncul pada cetakan esai di tahun 1922  "New Kind of Printing Calls for New Design" oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku kebangsaan Amerika pada awal abad ke-20.

Jan Tschichold mengkodekan prinsip-prinsip tipografi modern di bukunya pada tahun 1928 yang berjudul New Tipografi . Tschichold , Bauhaus typographers seperti Herbert Bayer dan László Moholy - Nagy , dan El Lissitzky telah sangat mempengaruhi dunia desain grafis seperti yang kita kenal sekarang ini . Mereka merintis teknik produksi yang digunakan sepanjang abad ke-20. Tahun-tahun berikutnya desain grafis terlihat di gaya modern dan dapat diterima secara luas dan aplikatif . Nama-nama terkenal dalam desain modern abad pertengahan diantaranya adalah Adrian Frutiger , desainer dari tipografi Univers dan Frutiger , Paul Rand , yang dari akhir tahun 1930-an sampai dengan kematiannya pada tahun 1996 , mengambil prinsip-prinsip Bauhaus dan diterapkan untuk iklan populer dan desain logo , menciptakan pendekatan unik Amerika untuk Eropa yang minimalis. Paul Rand juga menjadi salah satu pelopor utama dari subset desain grafis yang dikenal sebagai identitas perusahaan.
Sumber : Wikipedia, dll.

2014/02/16

Desain grafis adalah seni komunikasi, pencitraan dan pemecahan masalah melalui penggunaan huruf, ruang, dan gambar (Sumber diambil dari Wikipedia.). Sedangkan Dictionary.com mendefinisikan desain grafis sebagai seni atau profesi komunikasi visual yang menggabungkan gambar, kata, dan ide-ide untuk menyampaikan informasi kepada audiens. Bidang ini dianggap sebagai bagian dari komunikasi visual dan desain komunikasi, tapi kadang-kadang istilah "desain grafis" digunakan juga untuk untuk menyebut istilah komunikasi visual dan desain komunikasi tadi karena saling tumpang tindihnya keterampilan yang terlibat. Desainer grafis menggunakan berbagai metode untuk membuat dan menggabungkan kata-kata, simbol, dan gambar untuk membuat representasi visual dari ide dan pesan. Seorang desainer grafis dapat menggunakan kombinasi tipografi, seni visual dan teknik tata letak halaman untuk menghasilkan hasil akhir yang diinginkan. Desain grafis sering merujuk pada kedua proses, yaitu komunikasi yang diciptakan(merancang)  dan produk (desain) yang dihasilkan.

Penggunaan umum desain grafis mencakup identitas (logo dan branding), publikasi (majalah, koran dan buku), iklan cetak, poster, billboard, grafis dan elemen situs, tanda-tanda dan kemasan produk. Sebagai contoh, paket produk mungkin termasuk logo atau karya seni lainnya, teks terorganisir dan elemen desain murni seperti gambar, bentuk dan warna yang menyatukan potongan demi potongan. Komposisi adalah salah satu fitur yang paling penting dari desain grafis, terutama ketika menggunakan materi yang tersedia atau unsur-unsur yang beragam.

Desain Grafis sebagai suatu disiplin ilmu memiliki sejarah yang relatif baru,  istilah "desain grafis" pertama kali dikenalkan oleh William Addison Dwiggins pada tahun 1922, sedangkan kegiatan desain grafis ini sendiri telah berlangsung sepanjang  rentang sejarah manusia: dari gua-gua di Lascaux, Kolom Trajan di Roma, manuskrip dari Abad Pertengahan, dan lain-lain. Dalam perkembangan sejarah yang panjang dan perkembangan komunikasi visual pada abad ke-20 dan ke-21, menciptakan adanya perbedaan kabur dan saling tindih antara seni periklanan, desain grafis dan seni rupa. Hal ini karena banyak elemen yang sama yang digunakan diantara 3 bidang yang disebutkan tadi, teori-teori, prinsip-prinsip, praktek dan bahasa, dan kadang-kadang target atau klien yang sama juga. Dalam seni periklanan tujuan akhir adalah penjualan barang dan jasa. Dalam desain grafis, "esensinya adalah untuk memberikan informasi, bentuk ide-ide, media hasil dari ekspresi dan perasaan yang mendokumentasikan pengalaman manusia."

Seorang desainer grafis sekarang ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menggunakan elemen pada jenis media yang berbeda (seperti poster atau website), kemungkinan besar dengan menggunakan program perangkat lunak grafis seperti Adobe Illustrator, Photoshop atau InDesign. Unsur-unsur ini meliputi: foto-foto, ilustrasi, teks, bentuk, warna dan tekstur.