2016/03/23

Bagaimana mengoptimalkan tata letak huruf untuk hasil yang memuaskan

Ceritanya ketika kita baru menyelesaikan sebuah proyek pembuatan dan pemasangan huruf timbul. Hasil survey yang sudah dilakukan hasilnya bahwa lokasi pemasangan sign tersebut terletak di lingkungan yang ramai dan kompetitif. Permintaan klien sudah barang tentu sign toko/perusahaan mereka ingin lebih menonjol dan jelas dibandingkan toko/perusahaan di sekitarnya. Apa saja yang harus kita lakukan untuk memenuhi permintaan klien tersebut? Artikel ini mencoba memberikan beberapa masukan penting yang mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan keterbacaan dan kejelasan huruf timbul. Sebuah sign mendapat perhatian dari orang dalam waktu yang relatif singkat yang berarti peluang bisnis yang didapat singkat pula. Prinsip efektifitas ini berlaku bagi sign jenis lainnya juga seperti neonbox dan billboard atau hoarding board.

Besar Kecil Huruf
Faktor penting yang paling utama adalah menentukan besar kecilnya huruf yang dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan istilah "letter case". Apakah klien kita meminta untuk dibuatkan huruf timbul yang semua hurufnya kapital? Jika demikian, sign tersebut kemungkinan akan memiliki tingkat keterbacaan (legibility) yang rendah dibanding sign yang menggunakan huruf besar dan kecil. Mengapa menggunakan huruf kapital semua membuat sign kurang terbaca? Sebagaimana yang ditulis dalam buku referensi industri signage, "Alasannya adalah bahwa bagian-bagian dari huruf yang memanjang ke atas atau ke bawah dari badan huruf utama memberikan kata suatu profil atau bentuk yang lebih mudah dikenali, bahkan ketika si pembaca tidak mampu melihat kata dengan fokus dan jelas . Hal ini merupakan faktor yang sangat penting ketika sign harus dibaca dari jarak yang jauh.

Kata dengan huruf besar semua mempunyai sedikit variasi  apabila dilihat dari kejauhan, sementara huruf kecil membuat bentuk huruf lebih dikenali bahkan ketika huruf tersebut blur akibat kurang fokus.

Menurut salah satu sumber referensi,  diperkirakan signage yang menggunakan campuran huruf besar dan kecil, 15 persen dapat lebih mudah terbaca daripada sign-sign dengan huruf besar saja. Prinsip dasar ini penting untuk dikomunikasikan dengan klien kita. Sekali lagi, tujuannya adalah membuat sign yang dapat dibaca dengan mudah dan cepat. Mengapa membahayakan tujuan itu dengan menggunakan huruf kapital semua?

Jenis Huruf
Jenis huruf sign juga memiliki pengaruh yang penting dalam hal keterbacaan huruf. Sebagai informasi, yang dimaksud dengan keterbacaan ("legibility")adalah sejauh mana jenis huruf yang dipilih memungkinkan pembaca untuk memahami kata dari sebuah sign tanpa memerlukan usaha. Dengan kata lain, sign yang sangat terbaca tidak memerlukan mental "terjemahan" untuk memahami pesan yang disampaikan. Sedangkan "readability" mengukur seberapa baiknya kombinasi dari huruf-huruf mudah terbaca dalam kata atau kalimat. Apabila masih kurang faham dengan definisi di atas, berikut pengertian dari legibility dan readability:

Legibility mengacu pada bagaimana suatu jenis huruf dirancang dan seberapa baik satu karakter individu dapat dibedakan dari yang lain.

Readability adalah pengaturan kata-kata dan kelompok kata dengan cara yang memungkinkan mata pembaca untuk mengakses konten dengan mudah.

Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini.

Huruf dengan jenis sans serif cenderung memiliki tingkat "legibility" yang lebih tinggi, sedangkan jenis huruf serif cenderung memiliki tingkat "readability" yang lebih besar. Salah satu metode sederhana untuk membantu dengan tujuan keterbacaan ini adalah dengan menggunakan jenis huruf sans serif pada sign klien kita. Penelitian yang dilakukan di University of Cincinnati mendukung hal ini. Dalam studi ini, Dr. James Kellaris membuat daftar "font mewah" sebagai salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan kegagalan komunikasi signage. Beberapa huruf sans serif yang masih mudah terbaca diantaranya Arial, Calibri, Century Gothic dan Verdana.

Untuk huruf timbul, ada beberapa alasan untuk tidak menggunakan huruf "artistik". Desain huruf yang menampilkan jenis huruf serif dan / atau ornamen artistik kadang-kadang akan memiliki ruang yang terlalu kecil untuk penempatan LED sehingga penerangan yang tercipta kurang optimal. Jadi pilihan jenis huruf juga dapat mempengaruhi kualitas pencahayaan.

Jarak Pandang
Faktor keterbacaan lainnya adalah jarak baca atau jarak pandang untuk sign huruf timbul. Ini adalah fitur penting lain dalam persamaan efektivitas sign yang  mempengaruhi ukuran huruf yang diperlukan untuk menciptakan hasil yang optimal. Dalam konteks ini, "jarak pandang" berarti jarak tertentu dari sign yang akan dibaca. Jelas, banyak sign dibaca dari berbagai jarak. Tapi kebanyakan sign - sign sudah ditetapkan dari jarak berapa sign tersebut ingin dibaca. Tabel di bawah dapat membantu kita dalam menentukan ukuran huruf yang akan dibuat. Jika ternyata hasil desain mempunyai ukuran huruf yang lebih kecil dari optimal (jarak "Maximum Impact"), kita sebaiknya meminta mereka untuk mempertimbangkan ukuran huruf yang lebih besar.


Jelas, jarak baca ini juga dipengaruhi oleh desain, jenis huruf dan warna sign (dan variabel lainnya.) Pilihan yang buruk pada salah satu dari variabel-variabel ini dapat menurunkan keterbacaan huruf.

Terakhir, mobilitas adalah variabel tambahan dari jarak baca. Sign seringkali dibaca dari kendaraan yang bergerak. Skenario ini memerlukan pemikiran yang lebih agar sign bisa dibaca dengan mudah dan cepat.

Gambar Grafis dan Kejelasan Signage 
Pilihan lain untuk hasil signage yang optimal adalah penambahan gambar grafis. Untuk huruf timbul, fitur tambahan ini sering disebut kotak logo atau "logo box". Warna, desain dan bentuk sign kemungkinannya tidak terbatas dengan teknologi produksi sign pada saat ini. Hal ini juga didukung oleh penelitian. Penelitian yang dilakukan di University of Cincinnati diantaranya adalah pertanyaan tentang estetika signage dan tata letak. Mayoritas responden lebih suka sign yang menggabunkan kata-kata dan gambar grafis.Salah satu pernyataan survei dalam penelitian tersebut adalah:

"Saya lebih suka sign - sign yang menggunakan kombinasi dari kata-kata dan simbol non-verbal atau ikon" Hasilnya adalah:
• 47,9% Setuju
• 44,2% Netral
• 7,9% Tidak Setuju

Selain itu, gambar grafis dapat membantu kejelasan signage. Sebuah gambar yang berkaitan erat dengan kegiatan bisnis utama akan meningkatkan kemampuan konsumen untuk cepat memahami fungsi bisnis.

Terakhir, gambar grafis yang menarik dapat menjadi sangat penting ketika sign ditempatkan dalam lingkungan visual yang ramai. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kegagalan komunikasi signage.

Penampilan Sign pada Siang / Malam Hari
Poin yang berpengaruh terhadap hasil yang optimal lainnya adalah visibilitas sign pada siang hari vs malam hari. Beberapa konfigurasi huruf memiliki keterbacaan pada siang hari yang kuat tetapi kurang efektif pada malam hari (dan sebaliknya). Hal ini kadang-kadang dapat terjadi karena sign memiliki warna muka yang sama baik siang dan malam hari. Misalnya, biru mungkin warna yang sangat baik untuk siang hari tetapi tidak terlalu terlihat pada malam hari.

Salah satu solusi untuk mengatasi situasi ini adalah penggunaan day / night vinyl pada muka sign huruf (dikenal juga dengan istilah perforated vinyl). Produk ini memungkinkan sign untuk memiliki penampilan warna siang  dan malam hari yang berbeda.



Kualitas Penerangan 
Kecerahan dan pencahayaan muka sign merupakan faktor penting untuk hasil yang optimal dan keterbacaan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pencahayaan.

Kecerahan Cahaya
Pencahayaan yang redup membuat hasil sign huruf tidak efektif. Keremangan dapat disebabkan oleh LED yang mempunyai kualitas rendah, jumlah LED yang kurang atau pencahayaan yang memang sudah terlalu lama umurnya dan telah kehilangan kecerahannya. Cahaya yang redup memiliki konsekuensi negatif lainnya. Suatu huruf timbul dengan pencahayaan yang buruk dapat menimbulkan image buruk terhadap bisnis, terkesan dijalankan dengan tidak baik, salah urus dan / atau diabaikan. Yang dapat berdampak persepsi konsumen terhadap kualitas bisnis kita yang pada gilirannya dapat menyebabkan berkurangnya atau hilangnya pelanggan baru.

Tiger Striping
Tiger striping (atau hot spot) adalah masalah pencahayaan huruf timbul lainnya. Sebuah tiger striping terjadi ketika salah satu bagian dari muka huruf timbul tampak lebih terang daripada daerah sekitarnya. Sama seperti dengan cahaya yang remang, tiger striping dapat membuat sign huruf timbul kurang terbaca dan kurang efektif. Menggunakan program seperti LED Wizard dari Aries Graphics dapat membantu kita dalam memasangkan  LED yang akan menghindari masalah ini.

Huruf atau Kata yang Gelap
Masalah pencahayaan yang lebih serius terjadi ketika seluruh huruf (atau kata) pada sign huruf timbul gelap. Hal ini dapat membuat sign benar-benar tidak terbaca di malam hari.

Warna Muka Sign
Warna pada muka sign merupakan faktor keterbacaan yang penting. Ketika membuat pilihan warna muka sign, poin awal yang harus diperhatikan adalah warna bangunan façade. Warna apa saja yang dapat membuat sign lebih kontras pada siang hari? Pada prinsipnya, memilih warna pada muka sign sama dengan facade bangunan adalah sebuah kesalahan yang dapat menyebabkan tingkat keterbacaan yang jauh lebih rendah. Pilih warna yang kontras denngan bangunan façade.

Kerning
Letter kerning termasuk faktor yang berpengaruh terhadap keterbacaan. Kerning mengukur jarak antara huruf dalam sebuah kata. Apabila klien kita memiliki desain sign huruf timbul dengan kerning yang "kreatif"(seperti spasi berlebihan antara huruf), kita harus memberitahu mereka bahwa hal tersebut kemungkinan besar memiliki dampak negatif pada efektivitas sign secara keseluruhan.

Singkatnya, semua faktor tata letak ini memberikan pengaruh pada keterbacaan dan efektivitas keseluruhan sebuah sign huruf timbul. Gunakan prinsip-prinsip di atas untuk menghasilkan sign yang "highly visible" dan mudah dibaca yang berarti hasil yang lebih baik untuk klien kita.

Sumber :
Sign & Digital Graphics Edisi Februari 2016, artikel oleh John Baylis.
http://webdesign.tutsplus.com
http://solutions.3m.com

2016/03/15

Katakanlah Ade adalah seorang yang menjalankan pusat perawatan optik kecil yang pengaturan tokonya berkonsep family-friendly di sebuah pusat perbelanjaan. Anak dari para pelanggannya kadang-kadang berlarian sekehendak hatinya melewati fasilitas yang disediakan toko. Tokonya merupakan pusat kacamata ritel di mana ia baru saja menginstal sistem signage digital untuk lebih menjelaskan jasanya. Hal itu merupakan investasi yang relatif besar, dan ia khawatir bahwa ketika anak-anak mengunjungi toko, mereka akan mengutak-atik layar dan memainkannya sehingga display tersebut menjadi rusak. Ade tidak mau berurusan dengan masalah seperti itu. Apa yang bisa ia lakukan untuk melindungi layar display tanpa merusak citranya untuk terlihat profesional? Ade harus mempertimbangkan untuk menambahkan suatu media perlindungan bagi signage digital sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya.

Yang dimaksud dengan display digital dalam artikel ini adalah media display digital seperti TV LED baik touchscreen maupun yang bukan. Fungsinya adalah sebagai media promosi dan edukasi produk bagi para pelanggan, biasanya berisi foto-foto produk dengan sedikit keterangan teks dan disajikan secara slideshow. Sign display digital dapat berupa LCD atau layar plasma, LED, layar proyeksi atau jenis tampilan lainnya seperti permukaan interaktif atau layar LED organik (OLED) LED. Penurunan harga plasma dan layar LCD besar yang cepat telah menyebabkan peningkatan pertumbuhan jumlah pemasangan sign digital. Harga yang murah menimbulkan keuntungan lain yaitu memungkinkan bidang bisnis dalam jumlah yang lebih besar untuk memasang sign digital sehingga meningkatnya ketersediaan LCD dan merek layar plasma di pasaran yang lebih baru. Sekarang ini sudah banyak konsumen yang tidak lagi mempermasalahkan merk ternama yang relatif mahal, dan beralih ke merk-merk dari perusahaan yang belum terkenal dengan harga yang terjangkau.

Contoh tampilan pelindung sign display digital

Melindungi Media Display Digital
Manfaat perlindungan ini penting untuk seseorang seperti Ade, tapi pelindung display digital tersebut harus memberikan manfaat estetika juga. Agar terlihat menyatu dengan display, diperlukan beberapa penyesuaian untuk setiap dislay tergantung kebutuhannya. Semua kabel, port monitor dan elemen lainnya sebaiknya ditempatkan di tempat yang tersembunyi. Pengaturan ini tidak hanya lebih aman untuk publik tapi juga merupakan solusi yang lengkap.

Bahan
Ada beberapa kekhawatiran lain untuk menampilkan signage digital. Bagaimana menampilkan signage digital di luar ruangan yang terkena panas dan hujan? Atau signage publik yang bisa dengan mudah dirusak orang? Aplikasi yang berbeda membutuhkan solusi yang berbeda pula. Kondisi lingkungan instalasi akan menentukan jenis atau gaya pelindung yang diperlukan. Kebanyakan produsen biasanya merekomendasikan penggunaan pelindung aluminium karena bahannya ringan. Ada beberapa pilihan yang berbeda ketika mempertimbangkan pelindung. Aluminium adalah bahan yang populer karena berat dan daya tahannya.

Pelindung plastik adalah pilihan lain untuk penggunaan yang lebih ekonomis. Plastik biasanya mempunyai harga yang lebih murah namun tetap memberikan perlindungan yang cukup dan dapat sesuai dengan tema signage keseluruhan.

Lingkungan
Bagaimana jika pemilik usaha kecil, atau pengambil keputusan bagi bisnis yang lebih besar seperti museum, pusat konvensi, gerai ritel atau stadion menginginkan solusi pelindung signage digital? Mereka harus berpikir tentang apa yang cocok dan terbaik, tidak hanya dengan kebutuhan mereka, tetapi dengan lingkungan lokasinya juga. Apakah sign digital indoor atau outdoor? Apakah signage didital tersebut merupakan bagian dari tampilan non-digital yang lebih besar? Apakah akan ada fungsi interaktif?

Seberapa sering signage perlu perawatan? Ketika menampilkan signage digital di luar ruangan, menentukan pelindung yang tepat adalah hal yang penting. Pelindung yang benar akan melindungi bagian elektronik (layar LCD dan media player) terhadap suhu tinggi dan rendah dan kekhawatiran cuaca lainnya. Jika elektronik tidak disimpan pada suhu operasi yang diperlukan, elektronik pada dasarnya akan melemah dan selanjutnya tidak akan bisa dioperasikan. Sebaliknya, untuk solusi dalam ruangan, seringkali hanya membutuhkan ventilasi saja. Dalam kondisi lingkungan tertentu, biasanya udara yang kotor, akan memerlukan pendingin aktif dan filtrasi.

Untuk pelindung outdoor, ada aspek pemanasan dan pendinginan yang perlu diperhatikan. Walaupun komponen elektronik saat ini sudah dikembangkan menjadi lebih kuat dan dapat bertahan di suhu yang lebih tinggi, ventilasi udara pada pelindung tetap merupakan elemen yang penting. Bagi lingkungan yang beresiko terkena air hujan, perlu dipikirkan kembali tentang penempatan ventilasi udara pada pelindungnya sehingga cipratan air tidak sampai masuk ke dalam layar digital dan menjadi rusak.

Sumber :
Sign & Digital Graphics Edisi Januari 2016, artikel oleh Ryan Fugler.
https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_signage
Gambar dari http://www.topeledigital.com/product/55inchAD-LM55-FSA.html

2016/03/14

Satu hal dalam industri elektronik yang kita pelajari adalah membuat sesuatu yang lebih kecil atau lebih murah, biasanya akan ada banyak permintaan untuk hal tersebut. Hal ini juga berlaku dalam industri sarana promosi atau sign di mana orang mencari cara untuk menghemat uang dengan kecenderungan pelanggan menginginkan profil backlit signage yang lebih rendah. Tapi pelanggan sering terkejut ketika mereka mengetahui bahwa sign yang lebih tipis yang lebih elegan ternyata harganya lebih mahal dibandingkan sign yang tebal, karena banyak produsen sign hanya menambahkan LED untuk mencoba dan membuat cahaya sign penebarannya merata.  Pada artikel ini kita akan membahas diffuser film dan penerapannya dengan beberapa jenis LED yang  baru yang dirancang untuk mengurangi biaya dan mengoptimalkan kinerja dalam aplikasi sign backlit.

Faktor Pencahayaan
Tidak ada yang ingin sign yang kita punya memiliki hot spot atau garis-garis. Jadi baru-baru ini, banyak usaha telah dilakukan untuk mengembangkan berbagai produk (dari sumber cahaya, bahan diffuser dan bahkan cat) yang dirancang untuk meningkatkan penyebaran cahaya agar merata. Dalam sign backlit, ketidakrataan pencahayaan pada muka sign tergantung pada sejumlah faktor, diantaranya:

• Jarak antar sumber cahaya
• Pola distribusi optik dari sumber cahaya
• Jarak sumber cahaya ke muka sign
• Karakteristik bahan sign dan film
• Daya pantul cahaya atau reflektifitas interior sign

Hubungan cahaya dengan jarak mengikuti apa yang disebut hubungan kuadrat terbalik / inverse square (1/R2). Oleh karena itu, jika kita memiliki modul LED tunggal yang menerangi muka sign dengan merata di 1.000 LUX atau lumen/m2, dan jika kita meningkatkan kedalaman/ketebalan sign, cahaya akan turun sesuai dengan hubungan atau pola berikut:
• 1 "dari muka sign = 1.000 LUX
• 2 "= 250 LUX
• 3 "= 111 LUX
• 4 "= 62,5 LUX

Gambar 1

Kita dapat menutupi lebih banyak area permukaan dengan meningkatkan jarak antara sumber cahaya dengan muka sign(lihat Gambar 1). Secara historis, kebanyakan LED (dan banyak sumber cahaya lainnya) memiliki profil optik Lambertian yang biasanya memiliki sudut penyebaran cahaya sebesar 120 derajat sehingga(lihat Gambar 2)dengan menggunakan LED jenis ini, satu-satunya pilihan adalah memvariasikan jarak tiap LED atau meningkatkan kedalaman dari permukaan  sign. Dengan berbagai pertimbangan, sekarang ini kebanyakan produsen lebih memilih menempel LED dengan jarak antar LED yang sangat dekat (hampir menempel) sehingga makin banyak LED yang digunakan yang akan semakin menambah biaya, pasti ada cara yang efisien yang lebih baik, lebih ekonomis, dan cahaya yang dihasilkan bisa lebih merata.

Gambar 2
LED Optik Batwing 
Saat ini sudah banyak LED tersedia dengan profil batwing optik dari bebrapa  produsen, yang berfungsi untuk mengarahkan cahaya lateral dengan efisiensi yang relatif tinggi. Hal ini dapat meningkatkan "kedalaman" dari sign dengan memaksa cahaya untuk menempuh jarak yang lebih jauh dan mengakibatkan pencampuran cahaya antara modul. Ini dapat berfungsi untuk mengurangi waktu instalasi dan biaya keseluruhan. Hal ini juga dapat memungkinkan untuk penerangan sign backlit sampai dengan ketebalan sign kira-kira 4 cm.

Batwing optik standar akan menciptakan pola optik yang lebih datar.  Konstruksi lensanya yang berbentuk donat benar-benar mendorong cahaya menyebar secara merata, sehingga sign dengan ketebalan serendah 4 cm bisa lebih merata cahayanya walaupun jarak antar LED dipasang dengan jarak yang wajar(lihat Gambar 3) .

Gambar 3
Intinya adalah bahwa sejumlah produsen LED sudah bisa memproduksi LED dengan modul khusus yang bisa menyebarkan cahaya secara merata pada permukaan sign dengan ketebalan sign yang relatif tipis. Dengan membeli jenis LED yang tepat dan mengoptimalkan kedalaman dan jarak antar LED, dalam banyak kasus kita dapat menghindari penggunaan diffuser vinyl. Namun, semua produsen sign  pasti mengetahui bahwa selalu ada pengecualian dalam situasi tertentu. Banyak akrilik yang sangat tembus dan substrat tertentu lainnya dapat ditentukan untuk warna tertentu (atau alasan lainnya), sehingga tanda yang memiliki hot spot bahkan dengan jenis batwing optik. Selain itu, wajah polikarbonat dan beberapa materi wajah fleksibel melakukan pekerjaan menyebarkan cahaya miskin. Dalam kasus ini, vinil diffuser pasti diperlukan.

Lapisan Pertama dan Kedua
Jika kita menggunakan diffuser film dan media yang kaku, diffuser film dapat diterapkan secara langsung pada permukaan media tersebut seperti halnya penerapan sticker backlit. Hal ini merupakan cara terbaik untuk menghindari penggunaan tiga lapisan film yang berturut-turut. untuk sign backlit dengan grafis, ada dua konstruksi yang umum digunakan:

Opsi Permukaan Pertama
Lapisan pertama adalah permukaan grafis yaitu media tempat grafis dicetak, di mana tinta berada di sisi visual film tembus cahaya. Sering juga diaplikasikan over-laminasi untuk melindungi tinta (lihat Gambar 4).
Gambar 4
Opsi Permukaan Kedua
Grafis dicetak sebagai gambar mirror (terbalik), dan dalam hal ini film  atau media juga berfungsi untuk melindungi gambar(lihat Gambar 5). Sebaiknya cek dahulu dengan produsennya untuk jenis diffuser film yang benar, ada beberapa jenis film tertentu yang hanya cocok untuk aplikasi permukaan kedua saja. Selain menciptakan pencahayaan yang lebih merata, diffuser film juga berguna ketika kita akan membuat berbagai tingkat pencahayaan di permukaan sign. Misalnya, diffuser film dapat diterapkan sebagai aplikasi permukaan kedua di belakang warna latar belakang atau jalur sekunder teks untuk mengurangi kecerahan, sementara logo misalnya, dapat diterangi sepenuhnya untuk penekanan yang maksimal.

Gambar 5
3M membuat berbagai produk film dan media dengan kontrol cahaya yang bervariasi. Diffuser film dan film tembus cahaya diformulasikan secara khusus untuk bekerja dengan sumber cahaya LED dan menyimpan transmisi cahaya hingga 60 persen. Menurut 3M, produk mereka tidaak hanya mampu meningkatkan  transmisi cahaya, tetapi masih bisa menyebarkan cahaya LED secara merata. Pengaplikasian film jenis ini ke permukaan sign diperlukan LED 40 persen lebih sedikit dibandingkan sign biasa.

Diffuser grafis merupakan alat penting tidak hanya untuk menciptakan penyebaran cahaya yang lebih merata atau mengurangi intensitas cahaya, tetapi dapat digunakan secara efektif untuk memvariasikan tingkat keterangan cahaya, menyoroti teks, gambar, atau logo tertentu. Diffuser film dapat juga digunakan secara efektif dengan teknologi LED terbaru yang memanfaatkan optik khusus untuk membuat bentuk baru dan ketebalan yang lebih rendah dalam pembuatan sign backlit.

Sumber : Sign & Digital Graphics Edisi Januari 2016, artikel oleh J. Brian Vincent, Ph. D.

2016/02/26

Kita semua sering mendengar istilah "a picture is worth a thousand words" atau sebuah gambar bernilai seribu kata, hal ini benar adanya, Tidak ada cara untuk menghitung berapa banyak kita belajar melalui gambar. Komunikasi selalu mempunyai peran penting untuk seni. Sebelum surat diciptakan, komunikasi terdiri dari simbol-simbol bergambar yang sederhana. Sekarang ini, gambar dapat berfungsi sebagai semacam bahasa internasional. Sebuah gambar dapat dipahami ketika kata-kata susah dimengerti untuk orang asing atau buta huruf. Misalnya, ketika di Jerman, kita tidak perlu memahami bahasa Jerman untuk segera mengerti pesan toilet untuk laki-laki atau perempuan.

Seni sebagai Komunikasi
Dalam seni, seperti dalam komunikasi, artis atau desainer berusaha mengatakan sesuatu bagi pemirsa. Dalam seni, tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mengomunikasikan suatu ide dari si artis atau desainer. Semua unsur seni dapat digunakan dalam komunikasi. Garis abstrak, warna, dan bentuk bisa sangat efektif mengekspresikan ide atau perasaan. Seringkali komunikasi dicapai melalui simbol-simbol, gambar - gambar yang menyiratkan suatu tema atau pesan kepada pemirsa. Kecerdikan imajinasi kreatif yang dilakukan dalam memilih gambar merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu karya seni. Karya yang bagus dapat menunjukkan bahwa kata-kata tidak terlalu diperlukan untuk komunikasi.

Proses Kreatif
Solusi desain yang sukses adalah karena adanya ide - ide yang baik. Banyak orang bertanya - tanya, bagaimana caranya mendapatkan ide. Hampir semua orang mengalami hal ini dari waktu ke waktu. Bahkan seorang seniman profesional pun dapat menatap kanvas kosong dan seorang penulis sukses terpaku pada di secarik kertas kosong. Suatu ide dalam seni dapat berupa berbagai bentuk, bervariasi mulai dari efek visual yang spesifik hingga pesan yang jelas dari sebuah komunikasi intelektual. Ide ini juga mencakup bentuk dan isi.

Suatu hal yang meragukan apabila seseorang dapat benar - benar menjelaskan secara tepat mengapa atau bagaimana kita dapat menemukan ide untuk sesuatu yang kita sudah bingung memikirkannya. Ide - ide tersebut bisa muncul ketika kita berada di kamar mandi, memotong rumput, mencuci mobil atau banyak lagi situasi lain yang sepertinya menurut kita tidak mungkin untuk mendapatkan sebuah ide. Tetapi kita tidak perlu mengkhawatirkan ide atau solusi yang datang secara tiba-tiba tersebut. Ide - ide akan datang terus kepada kita, tetapi bagaimana jika kita dibatasi oleh tenggat waktu? Apa yang bisa kita lakukan secara sadar untuk merangsang suatu proses kreatif? Aktivitas apa saja yang dapat dilakukan untuk mendorong kemungkinan munculnya solusi atau ide dengan sendirinya? Media dan pesan dapat sangat bervariasi, namun pada dasarnya ada tiga kegiatan yang sebaiknya kita lakukan, yaitu:

Tinking (Berpikir)
Looking (Melihat)
Doing (Melakukan)

Ketiga hal tersebut adalah langkah - langkah yang tidak berurutan dan tentu saja tidak ada prosedur yang pasti. Hal tersebut tumpang tindih dan dapat dilakukan hampir bersamaan atau bisa juga loncat bolak - balik dari yang satu ke yang lainnya (ketiga hal tersebut akan dibahas pada pos selanjutnya). Tetapi walaupun begitu, satu hal yang pasti momen "mendapatkan pencerahan" tersebut jarang terjadi apabila kita tidak menginvestasikan energi ke dalam masalah yang dihadapi. Louis Pasteur pernah mengatakan, "chance favors the prepared mind" yang maksudnya kira-kira kesempatan datang kepada pikiran yang sudah disiapkan sebelumnya, pelukis Chuck Close mengatakan "Inspiration is for amateurs. The rest of us get to work."

Referensi : Design Basic oleh David A. Lauer / Stephen Pentak.
Kartun dari http://www.murraythenut.com/2010/03/30/the-creative-process-2_2/ 

2016/01/14

Pengertian Desain
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata desain? Apakah Anda mengaitkannya dengan fashion, grafik, furniture, atau otomotif? Desain mempunyai arti yang lebih universal daripada aplikasi komersial yang mungkin terpikir pertama kali oleh Anda. Dalam kamus desain sinonim dengan rencana (plan), mendesain berarti sama dengan merencanakan atau mengatur. Desain masuk ke dalam berbagai disiplin ilmu seni mulai dari melukis, menggambar sampai seni patung, fotografi, dan media berbasis waktu seperti film, video, komputer grafis, dan animasi, termasuk juga kerajinan seperti keramik, teksstil dan kaca hias. Arsitektur, arsitektur landscape dan perencanaan tata kota juga mengaplikasikan prinsip desain visual. Masih banyak lagi bidang-bidang yang menggunakan desain di dunia ini yang tidak dapat dituliskan di sini. 

Organisasi Visual
Desain pada dasarnya lawan kata dari kebetulan atau coba-coba. Dalam percakaapan sehari-hari, ketika kita bilang "hal ini terjadi karena desain" yang kita maksud bahwa hal itu sudah direncanakan, bukan terjadi karena kebetulan belaka. Di semua bidang pekerjaan ada perencanaan, artis atau desainer merencanakan elemen-elemen untuk membentuk suatu bentuk visual. Tergantung kondisi di lapangan, elemen-elemen ini sangat bervariasi. Apapun elemennya, hasilnya selalu  sebuah organisasi visual. Seni, seperti juga karir dan pekerjaan lainnya, berkaitan dengan mencari jawaban dari suatu masalah. Dalam seni, pencarian solusi visual ini sering kita sebut dengan proses desain.

Pemecahan Masalah Kreatif
Seni disebut bidang kreatif karena dalam bidang ini tidak ada jawaban yang benar untuk menjawab suatu masalah. Variasi yang tidak terbatas dari interpretasi seseorang dan pengaplikasian dimungkinkan terjadi. Masalah dalam seni bervariasi dari yang simple sampai yang kompleks, pelukis atau pematung independen biasanya menciptakan sendiri "masalah" itu atau menjelajahi keinginan mereka. Seorang artis dapat memilih untuk mempersempit atau memperlebar ruang lingkup masalah sesuai dengan keinginan mereka. Beda lagi dengan arsitek atau desainer grafik / indutrial yang biasanya diberikan suatu masalah, seringkali dengan opsi yang spesifik dan batasan yang jelas. Tetapi walau begitu, semua masalah seni atau visual mempunyai tujuan yang sama yaitu solusi kreatif atau pemecahan masalah kreatif.

Seni versus Desain


Aspek kreatif dari seni juga termasuk istilah yang sering kita dengar, "tidak ada peraturan dalam seni". Hal ini benar, dalam memecahkan masalah secara visual, tidak ada batasan atau petunjuk apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mengingat objektif yang bervariasi dari seni visual dari zaman ke zaman, hukum yang absolut adalah tidak mungkin. Tetapi jika istilah "no rules" diartikan bahwa semua desain sama dan secara visual berhasil atau bagus, hal itu tidak benar. Praktek artistik dan kriteria-kriteria tertentu telah dikembangkan dari karya-karya yang sukses, yang seorang seniman maupun desainer harus sadari. Dengan demikian, pedoman (bukan aturan) itu ada yang biasanya akan membantu dalam penciptaan desain yang sukses. Pedoman ini tentu tidak berarti seorang artis dibatasi oleh solusi spesifik tertentu.

Bentuk dan Isi
Pada dasarnya seni terdiri dari dua unsur yang saling melengkapi, yaitu bentuk dan isi. Bentuk adalah murni aspek visual, manipulasi dari berbagai macam elemen dan prinsip desain. Isi lebih menekankan ke hal materi, cerita atau informasi yang dikomunikasikan kepada kita dari sebuah karya seni. Isi adalah apa yang artis ingin sampaikan, bentuk aadalah bagaimana mereka menyampaikannya.

Kadang-kadang tujuan dari karya seni atau desain adalah murni estetika. Misalnya, perhiasan dimana satu-satunya "masalah" adalah menciptakan kepuasan visual. Seni adalah dan selalu menjadi sarana komunikasi visual.

Referensi : Design Basic oleh David A. Lauer / Stephen Pentak.
Gambar komik karya Jerry King (sumber : http://www.webdesignerdepot.com/2016/01/comics-of-the-week-321/)

2015/09/29

Contoh Foto Billboard (koleksi pribadi)
Billboard atau sering juga disebut hoarding adalah bentuk/struktur advertising luar ruangan yang besar, biasanya dapat dengan mudah ditemukan di daerah yang mempunyai lalu lintas tinggi seperti di samping jalan raya yang ramai. Billboard menyajikan iklan besar untuk pejalan kaki yang lewat dan pengemudi kendaraan. Billboard biasanya menyajikan slogan berukuran besar dan visual yang unik untuk dapat menarik perhatian orang banyak.

Billboard yang berukuran besar dikenal dengan nama bulletin, biasanya terletak di jalan raya utama dan jalan tol. Bulletin mempunyai visibilitas yang besar, karena selain dari segi ukuran, juga memungkinkan adanya perubahan bentuk yang kreatif melalui tambahan material dan hiasan.
Poster adalah bentuk lain yang umum dari iklan billboard, biasanya di di sepanjang jalan arteri primer dan sekunder. Poster adalah format lebih kecil dari buletin dan dipandang terempatkan di jalan yang lebih kecil dibandingkan dengan bulletin.

Iklan billboard dirancang untuk menarik perhatian orang dan membuat kesan yang tak terlupakan dalam waktu yang relatif cepat, membuat si pembaca berpikir tentang iklan tersebut setelah mereka melewatinya. Iklan di billboard harus dapat dibaca dalam waktu yang sangat singkat karena biasanya orang membaca sambil berlalu dengan kecepatan tinggi. Jadi biasanya iklan berisi hanya beberapa kata, di cetak besar, dan gambar yang lucu atau warna yang mencolok.

Beberapa desain billboard ada yang overlap (keluar) dari bidang yang billboard sebenarnya, dengan bagian yang menggantung tepi billboard atau menonjol keluar dari billboard dalam bentuk tiga dimensi. Di Indonesia sekarang sudah banyak ditemui model billboard yang seperti ini.
Sebelum adanya printing dalam format lebar, billboard dibuat dengan cara dicat. Gambar dibuat pola terlebih dahulu pada panel kertas, lalu panel kertas tersebut diletakkan di atas bidang billboard dan di-trace secara manual menggunakan sejenis roda yang bergerigi sehingga meninggalkan bekas pada bidang billboard. Bekas tersebut diperjelas dengan kapur atau pensil yang hasil akhirnya berupa outline gambar. Setelah itu baru papan / bidang billboard diberi warna sesuai dengan desain menggunakan airbrush atau memakai kuas.

Billboard digital adalah billboard yang dibuat dari program komputer dan perangkat lunak. Billboard digital dapat dirancang untuk menampilkan running text, menampilkan beberapa iklan yang berbeda dari perusahaan yang sama atau bahkan perusahaan yang berbeda dengan pengaturan slot waktu.
Advertising luar ruangan seperti billboard mobile, efektif karena sulit untuk diabaikan. Menurut survei nasional Inggris, juga mengesankan. Capitol Communications Group menemukan bahwa 81,7% dari mereka yang survei dapat mengingat gambar yang mereka lihat pada mobile billboard dibandingkan dengan billboard statis.

Tidak seperti billboard pada umumnya, billboard mobile dapat ditempatkan langsung ke target pasar. Billboard jenis ini dapat ditempatkan di mana pun ada keramaian seperti acara bazaar termasuk juga pusat konvensi, stasiun kereta api, bandara dan arena olahraga. Mobile billboard juga dapat dijalankan melalui rute yang sama dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan bahwa pesan pengiklan tidak hanya terlihat, tapi informasi yang disampaikan dapat dipertahankan melalui pengulangan.

Beberapa billboard tidak hanya digunakan untuk iklan, tetapi dapat juga digunakan untuk berbagai tujuan. Iklan dapat diintegrasikan pada misalnya antena telekomunikasi dan atau tiang penerangan umum. Billboard juga dapat ditempatkan pada sepeda sebagai mobile billboard seperti yang ditulis di atas atau pada kendaraan lainnya seperti mobil dan truk.


Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Billboard

2015/09/23


Sebelum membahas lebih jauh, kami jelaskan dulu pengertian LED yang belum tercover pada artikel sebelumnya. LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Diode, jadi apa sebenarnya yang disebut LED itu? Pada dasarnya LED adalah lampu kecil, tetapi berbeda dengan yang disebut dengan lampu pijar pada beberapa poin penting, yaitu LED tidak mempunyai filamen, lebih efisien dan memiliki masa hidup yang lebih panjang.

Bagi yang belum mengetahui, filamen adalah elemen dalam lampu pijar di mana cahaya dihasilkan. Filamen tersebut dipanaskan dengan listrik dan hasilnya adalah cahaya. Lebih tepatnya hasilnya adalah adalah cahaya dan panas. Mengapa itu penting? Karena lampu pijar untuk menghasilkan cahaya dari sumber energi seperti listrik akan menghasilkan juga panas yang tidak dapat dimanfaatkan. Anda bisa mencoba menyentuh bola lampu pijar yang menyala jika ingin tahu energi panas yang dihasilkan lampu tersebut. Butuh energi listrik untuk membuat filamen panas sehingga lampu pijar menyala. Ketika bola lampu yang kita gunakan masih memakai filamen sebagai elemen utamanya, belum ditemukan cara untuk menghilangkan panas yang dihasilkannya.

LED tidak menggunakan filamen. Itulah sebabnya LED lebih efisien dibanding lampu pijar, hampir semua energi listrik digunakan untuk membuat cahaya, bukan panas. Dengan kata lain, tidak ada biaya yang terbuang jika menggunakan LED sign. Dengan munculnya teknologi LED ini, biaya listrik akan lebih bisa dihemat lagi.

Dasar LED Sign
Pengertian LED sign di sini adalah seperti Running Text LED dan Sign LED Display yang tidak bergerak, umumnya terdapat 2 jenis sign, yaitu monokrom (biasanya merah) dan berwarna (Red Green Blue). 



Running Text LED Display


Sekarang kita sudah mengetahui yang disebut dengan LED, ada 3 istilah di industri LED ini yang perlu kita pahami, yaitu pixel, pitch dan matrix. LED satuan yang dikelompokkan menjadi satu bagian yang dikenal sebagai pixel. Jumlah LED di setiap pixel bervariasi. Contohnya terdapat satu LED atau mungkin ada 25 LED dalam satu pixel.

Faktor utama yang menentukan jumlah LED di dalam pixel adalah pitch. Pitch adalah jarak dari pusat satu pixel ke pusat pixel berikutnya. Pitch menentukan kehalusan gambar yang dibuat. Jika ada 2 LED Sign ditempatkan berdampingan dan mempunyai ukuran tinggi dan lebar yang sama tetapi mereka memiliki pitch yang berbeda, LED dengan pitch yang lebih kecil akan memiliki lebih banyak pixel dan dengan demikian memiliki resolusi yang lebih baik pula. Memilih pitch yang tepat ketika kita membeli LED sign dapat menghemat uang serta mendapatkan resolusi yang sesuai dengan aplikasi yang diinginkan.

Istilah ketiga adalah matrix. Matrix adalah jumlah pixel panjang dan jumlah pixel lebar dari LED sign. Matriks adalah yang menentukan ukuran fisik dari suatu sign. Jika LED sign mempunyai 24 pixel tinggi dan 96 pixel lebar, matrix nya adalah 24x96.

Pada LED Sign monokrom dan Sign Indoor, matrix menentukan berapa banyak baris teks yang dapat ditempatkan pada sign serta berapa banyak karakter akan muat di setiap baris. Pada LED sign warna yang bisa diprogram, matrix menentukan berapa banyak total ruang yang kita miliki. Rasio tinggi dengan lebar yang tepat sangat menentukan dalam bagus tidaknya sebuah LED sign berwarna.
Kesimpulannya, Kelompok LED membuat Pixel. Jarak antar pixel, pitch, menentukan resolusi. Jumlah pixel vertikal dan horizontal menentukan matriks yang menentukan jumlah baris dalam sign dan jumlah karakter per baris.

Warna atau monokrom?
Pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan pada diri kita adalah apakah perlu LED sign warna atau LED sign monokrom outdoor. Kebanyakan salesman sign akan memberitahu kita bahwa LED sign warna lebih efektif, tetapi tidak demikian juga. Warna dapat lebih efektif untuk beberapa aplikasi, tetapi tidak semua aplikasi. Satu-satunya hal yang dapat kita katakan tentang LED sign warna adalah bahwa ssign tersebut lebih mahal daripada LED sign yang monokrom.

Jadi bagaimana cara kita menentukan pilihan antara warna dan monokrom? Tanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan ini: "Dapatkah produk atau jasa kita dapat terjual dengan gambar?".
Jika kita menjawab tidak maka LED sign monokrom dengan ukuran yang tepat mungkin sudah cukup bagi kita. Sebuah LED sign monokrom dengan ukuran yang tepat akan lebih efektif dibandingkan LED sign warna apabila kita tidak membutuhkan gambar atau video dalam rencana pembuatan sign tersebut.

Jika kita menjawab ya, kita harus mempertimbangkan LED sign berwarna. Harganya memang lebih tinggi, tetapi apabila dirasa gambar atau video dapat membantu mendongkrak angka penjualan barang dagangan kita, biaya tambahan tersebut mungin dapat dibenarkan.

Seberapa besar LED sign yang harus kita buat? Menjawab pertanyaan ini dengan benar memerlukan analisa yang lebih seksama terhadap lokasi dan jenis sign yang akan diaplikasikan. Ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan, seperti rata-rata kecepatan kendaraan yang melintas di jalan tersebut, jalur lalu-lintasnya searah atau dua arah, lampu lalu-lintas, jarak penglihatan, elevasi/ketinggian sign yang akan dibuat, konten dari sign tersebut, dan sebagainya.

Dari semua faktor yang tercantum di atas, konten adalah yang paling berpengaruh. Jika kita misalnya memilih menggunakan LED sign monokrom, kita harus tahu apa yang ingin kita katakan dan cara efektif apa untuk menyampaikannya. Maka kita harus mempertimbangkan pola lalu lintas, rata-rata kecepatan dan jarak pandang yang akan mempengaruhi waktu orang untuk melihat. Peraturan daerah juga mempunyai andil yang berpengaruh dalam penentuan penempatan lokasi sign tersebut.
Setelah Anda memiliki semua informasi yang dibutuhkan (sebenarnya informasi yang dibutuhkan lebih dari yang ditulis di atas, faktor tersebut di atas hanya dasarnya saja), kita baru dapat menentukan matrix (baca kembali pengertian matrix di atas apabila lupa).

Setelah matrix didapat, sekarang kita perlu menentukan pitch yang benar. Pitch yang lebih kecil / ketat akan membuat ukuran minimum karakter yang akan dimasukkan menjadi lebih kecil.
Jadi, jika LED sign akan dilihat dari jarak jauh oleh orang-orang dalam mobil yang menjalankannya rata-rata dengan kecepatan 75 km/jam, kita akan membutuhkan ukuran karakter yang lebih besar untuk memastikan orang di jalur lalu lintas dapat membacanya. Itu berarti kita akan membutuhkan pitch yang lebih besar.

Jika penempatan sign kita akan dekat dengan jalur lalu lintas dan rata-rata kecepatan di sana adalah 40 km/jam, kita dapat menggunakan ukuran karakter yang lebih kecil dan pitch yang kecil dan pesan kita masih dapat terbaca.

Menentukan matrix dan pitch akan jauh lebih rumit jika kita memilih LED sign berwarna, karena kita harus mempertimbangkan aplikasi serta aspek rasio dengan hati-hati. Sebagai aturan praktis dalam menggunakan LED sign warna, semakin kecil matrix dan semakin besar pitch, semakin besar grain /titik gambar pada LED sign.

Jarak pandang juga berperan dalam seberapa tinggi resolusi LED sign yang kita butuhkan. Jika LED sign akan dilihat dari jarak jauh, kita tidak memerlukan banyak detail. Semakin dekat jarak orang kepada LED sign, semakin detil gambar yang dibutuhkan, dengan kata lain, semakin tinggi resolusi yang kita butuhkan. Kita harus hati-hati dalam mempertimbangkan jarak pandang dan jenis konten yang akan digunakan.

Harga sebenarnya dari sebuah LED Display adalah jumlah LED dalam sign tersebut. Ukuran box untuk wadah LED tidak benar-benar berpengaruh jika membicarakan soal harga. Harga box dan circuit board yang mengontrol LED sign bukan merupakan faktor utama dalam menentukan harga karna sebenarnya kedua barang tersebut memiliki harga yang relatif murah.

Jika kita mempertimbangkan untuk membeli LED sign dengan ukuran 32 pixel tinggi dan 96 pixel panjang, dan pada waktu itu terdapat dua merek yang berbeda yang tampak hampir sama, bahkan dengan harga yang tidak berbeda jauh, LED sign mana yang layak untuk dibeli? Ada satu informasi kunci yang kita butuhkan untuk menjawab pertanyaan tadi: Berapa banyak LED di setiap pixel?
Ingat, pixel adalah kelompok atau kumpulan dari LED individu. LED sign dalam contoh di atas memiliki 3072 PIXELS (32 pixel x tinggi 96 pixel lebar). Jika salah satu merek memiliki 8 LED di setiap pixel kita akan mendapatkan 24.576 LED. Jika merek lain hanya memiliki 4 LED per pixel kita akan memperoleh 12.288 LED.

Kepadatan LED adalah indikator yang baik untuk membandingkan kinerja LED display. Sama seperti mesin mobil, umumnya lebih banyak silinder berarti lebih banyak power. Semakin besar LED per pixel umumnya berarti kecerahan yang didapat akan semakin tinggi dan kinerja yang lebih baik pula. Kecerahan yang rendah, layar LED tidak akan terbaca dengan jelas, hal ini tidak akan membantu kita meningkatkan penjualan karena kemungkinan besar orang tidak dapat melihat dan membaca apa yang kita sampaikan. Jawabannya sudah cukup jelas, lebih banyak LED sama dengan lebih banyak kecerahan, kejelasan, lebih banyak mengundang perhatian, lebih banyak pelanggan.

Jumlah LED per pixel juga penting karena adanya faktor degradasi. Secara umum, dioda LED akan kehilangan sekitar 20% dari kecerahan awal setelah 2000 jam pertama penggunaan (sekitar 3 bulan). Setelah itu, kecerahan LED akan menurun sangat pelan sampai akhirnya mati diperkirakan sampai 50.000 jam (sekitar 6 tahun).

Sumber :
Artikel http://www.icatchdisplays.com/technology/
Gambar https://produkrakyat.wordpress.com/2015/09/02/running-text-termurah-di-jogja/

2015/09/08


Meskipun LED telah digunakan secara luas lebih dari 40 tahun yang lalu, tetapi masih banyak orang yang belum tahu apa itu LED, karena memang boomingnya baru sekarang-sekarang ini. Perkembangan LED tumbuh dengan pesat dan menjadi barang yang berkontribusi besar dalam hal penghematan listrik. LED masa sekarang ini telah mengalami berbagai perbaikan pada kecerahan, masa pakai, kualitas warna dan bentuknya.

LED Red Green Blue


Pada zaman dulu cahaya LED hanya terbatas pada warna merah saja, tetapi sekarang cahaya LED telah tersedia dalam berbagai macam warna, contohnya sumber pencahayaan untuk penerangan sekarang sudah di atas 100Lm / watt dan masa pakainya bisa sampai 50.000 jam lamanya.

Singkatnya, sekarang LED sudah dianggap sebagai teknologi pencahayaan utama oleh masyarakat.
LED terdiri dari sebuah chip dioda yang terbuat dari bahan semi konduktor, dibungkus dalam  epoxy, plastik, resin atau keramik dan disambungkan pada sirkuit listrik. Pembuatan LED bermacam-macam dalam berbagai bentuk dan ukuran yang menentukan karakteristik optik LED. Umumnya controller optik tambahan digunakan dalam bentuk lensa yang dipasang pada epoxy.

Selain harus memperhatikan sistem optik, dalaam merancang pembuatan LED harus diperhatikan juga pengaturan penyebaran panasnya, karena rasio cahaya panas yang dihasilkan oleh LED jauh lebih tinggi daripada lampu pijar biasa. Tanpa peredam panas yang memadai atau pendinginan aktif, suhu persimpangan internal dioda  akan naik yang akan memperpendek masa pakai LED. LED membutuhkan arus listrik DC, kita biasanya menggunakan  "driver" yang mengubah listrik AC ke DC yang sering kita sebut adaptor atau power supply. Output tegangan listrik pada adaptor harus sesuai dengan yang diperlukan oleh LED, besar tegangan listrik yang tidak sesuai dengan kebutuhan LED akan menyebabkan masa pakai LED berkurang atau juga menyebabkan korsleting.

Adaptor sekarang ini telah memiliki teknologi kontrol yang cukup maju yang memungkinkan peredupan diturunkan ke 0%, dan dengan kumpulan dioda berbeda warna dan penggunaan teknologi seperti DMX Protocols disambungkan dengan mixing konsol dapat menghasilkan efek pencahayaan yang sangat kompleks.

Jadi LED sebenarnya bukan benar-benar sebuah "lampu", karena umumnya digunakan sebagai sistem listrik dan optik yang lengkap, yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah media - maka LED dikenal dengan istilah "solid state lighting", yaitu cahaya yang dipancarkan dari sebuah blok bahan semikonduktor bukan dari dari ruang vakum atau ruang gas.

Cahaya yang dihasilkan oleh LED adalah monokromatik, warna cahaya yang dipancarkan tergantung pada bahan yang digunakan dalam pembuatan LED dan bervariasi dari merah sampai oranye, kuning, hijau dan biru.

Untuk menghasilkan cahaya putih, ada dua metode yang bisa digunakan. Cara yang terbaik, dari segi kualitas spektrum cahaya, diproduksi menggunakan UV LED biru lalu dicoating dengan lapisan fosfor (biasanya berwarna kuning). Pada dasarnya proses ini sama dengan lampu neon.

LED juga dapat dikonfigurasi untuk menghasilkan campuran cahaya, baik melalui penggunaan tiga atau lebih LED warna berbeda (yaitu merah, hijau dan biru). Caranya dengan menggabungkan dua atau lebih chip warna yang berbeda dalam satu wadah epoxy yang sama.

Colour-Rendering Index (CRI) adalah ukuran kemampuan sumber pencahayaan untuk menampilkan warna dari sebuah objek. Angka yang lebih tinggi lebih baik, sampai maksimum 100. LED yang sering digunakan untuk penerangan interior memiliki CRI sekitar 90 +.

Salah satu kelebihan teknologi LED adalah masa pakai/hidup yang relatif panjang dibanding dengan sumber cahaya lainnya, produsen mengklaim masa pakai LED lebih dari 50.000 jam, tetapi faktor-faktor lain harus dipertimbangkan juga. Secara umum cahaya LED dapat menurun dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan terutama karena perubahan warna dari bungkus epoxynya.
Depresiasi lumen  dari masa pakai LED bervariasi tiap produsen, tergantung pada bagaimana LED dibuat, suhu pada saat pengoperasian dan kondisi power supply.

Rangkaian LED telah terbukti ideal untuk pembuatan suatu signage, penggunaannya sekarang telah meluas mulai dari jalan-jalan, toko, kantor dan bahkan perumahan. Selain itu, LED sebagai cahaya yang menghasilkan "cahaya dingin", memiliki manfaat besar dalam penggunaannya di museum dan outlet ritel di mana cahaya panas dapat merusak tampilan.

Secara umum keunggulan LED adalah :
- Warna terang dan menghasilkan cahaya putih berkualitas tinggi.
- Output Lumen yang tinggi dengan kegunaan yang luas.
- Kontrol optik yang baik - menghasilkan cahaya yang bisa diarahkan dari sumber yang kecil
- Rendah pemeliharaan - masa pakai yang sangat panjang, tahan pada getaran.
- Cahaya tidak menimbulkan panas karena tidak ada IR atau UV yang dipancarkan
- Cahaya instan yang bisa diatur keredupannya
- Tidak mengandung zat beracun (merkuri)

Sumber :
Artikel : http://www.rs-online.com/designspark/electronics/blog/new-to-led-lighting-take-a-look-leds-for-dummies
Foto : http://www.thenewecologist.com/2012/11/green-christmas-why-led-lights-are-better/

2014/08/20

Apa yang Dimaksud dengan Billboard ?
Billboard merupakan suatu bentuk promosi iklan di luar ruangan atau dalam Bahasa Inggris disebut outdoor advertising yang cara pemasangannya berdiri sendiri atau menempel di bangunan dengan menggunakan konstruksi tetap, dan reklame tersebut bersifat permanen, biasanya memiliki ukuran yang relatif besar dan diletakkan di tempat ramai dengan posisi yang strategis sehingga dapat terlihat oleh lalu-lalang orang di tempat tersebut. Billboard termasuk model reklame media luar ruangan yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar karena sifatnya yang efektif menyampaikan pesan promosi.

Seiring perkembangan teknologi sekarang ini, penerapan teknologi digital pada billboard sudah mulai banyak digunakan, orang sering menyebutnya dengan istilah digital billboard. Megatron dan Videotron merupakan contoh dari penerapan teknologi digital pada billboard.

Manfaat dari Billboard
Seperti yang sudah dituliskan di atas, fungsi atau manfaat pemasangan billboard adalah sebagai media promosi untuk menyampaikan pesan yang terkandung dari jenis iklan yang dipasang. Manfaat lainnya adalah :
- Menaikan angka penjualan
- Untuk beberapa kasus, penempatan iklan yang sesuai dengan media akan memperindah penataan di kota dimana Billboard itu terpasang.
- Menaikan reputasi pengiklan.


Spesifikasi Billboard
Untuk Billboard yang pemasangannya menggunakan tiang, konstruksi yang digunakan biasanya dari pipa besi dengan diameter dan tebal tertentu, disesuaikan dengan ukuran dan bobot billboard. Perlu diperhatikan juga faktor kecepatan angin dan cuaca di lokasi pemasangan, jangan sampai tiang tidak mampu menahan beban billboard dan jatuh yang akan mengakibatkan kerugian bagi semua pihak. Penggunaan tiang ini bisa hanya satu tiang yang disebut single pole, dua tiang / double pole atau lebih, tergantung kebutuhan. Setelah tiang terpasang, pada umumnya dibuat dudukan billboard yang biasa disebut gelagar. Gelagar ini terbuat dari besi siku 4x4 cm dibuat kotak-kotak dengan jarak 1.00 m dan tiap kotak dibuat cross (silang) sebagai penguat. Ketebalan gelagar billboard bervariasi tergantung diameter tiang, tetapi biasanya minimal 40 - 50 cm agar orang bisa masuk ke celah gelagar untuk pemeliharaan, service dan ganti materi ke depannya.

Ilustrasi Contoh Konstruksi Billboard Menggunakan Tiang
Visual billboard yang dapat berupa vynil atau flexy dipasang pada rangka yang disebut panel, terbuat dari besi hollow 3x3 cm atau 4x4 cm. Pemasangan flexy ini sebaiknya tidak langsung dipasang pada panel tetapi diberi dasar dulu berupa plat alumunium tipis (0.50 mm) agar flexy tidak mudah sobek oleh faktor cuaca terutama angin.
Ilustrasi Contoh Konstruksi Billboard Menempel pada Dinding

Agar billboard masih dapat terlihat pada malam hari, dipastikan memerlukan penerangan. Lampu HPIT 400 watt biasanya banyak digunakan pada billboard sebagai sumber penerangan. Idealnya lampu ini dipasang dengan jarak 2.00 m antar lampu agar penyebaran cahayanya merata. Ada juga yang sudah menggunakan lampu sorot LED dengan daya listrik yang lebih kecil tetapi tentu saja dengan harga pembelian yang lebih mahal.

Berapa biaya pembuatan sebuah billboard ?
Media promosi baik di luar ruangan (outdoor) maupun di dalam ruangan (indoor) seperti billboard, neon box dan sejenisnya sangat variatif model dan ukurannya, sehingga harga hanya dapat ditentukan apabila kami telah memiliki rincian data terhadap media yang akan dibuat dan dipasang tersebut. Data-data yang diperlukan tersebut antara lain :
1. Titik lokasi yang sudah ditentukan dan disepakati bersama.
2. Ukuran dan jumlah sisi billboard yang akan diproduksi.
3. Model/bentuk/desain yang sudah direncanakan sebelumnya
4. Sumber pencahayaan dan kapasitas pencahayaan, apakah menggunakan TL atau LED dari arah dalam (backlight) atau menggunakan lampu sorot dari arah luar (frontlight).

Apabila Anda berminat membuat billboard menggunakan jasa kami, silahkan informasikan data-data tersebut  via :
Email ke splinemedia[at]gmail.com atau mitrakreasi.cv[at]gmail.com
Telepon / WhatsApp (Ade Firman) : 0812 1414 7873
BBM : 7D24EFEB

Kami melayani pembuatan billboard untuk wilayah Bandung, Cimahi dan sekitarnya (Jawa Barat dan Jakarta).

2014/08/09

Proses perancangan atau desain grafis sebenarnya tergantung dari desainernya itu sendiri dalam menentukan cara terbaik dia bekerja sampai menghasilkan desain yang dia inginkan. Proses ini juga bisa berubah tergantung pada kasus desain yang dihadapi, tetapi secara umum tahapan mendesain grafis itu adalah sebagai berikut :

1. Nyatakan Tujuan atau Masalah dalam Kata-Kata Kita Sendiri
Kita harus mengerti tujuan atau permasalahan desain yang akan kita buat. Tulis tujuan atau masalah tersebut pada kertas atau papan tulis, usahakan tulisan tersebut diletakkan di tempat yang selalu kita lihat sebagai pemandu untuk bekerja mencari solusi dari masalah desain kita.

2. Mencari Ide Kreatif dengan Melakukan Riset
Jadilah kreatif dengan cara mencari informasi tentang topik yang akan kita desain. Tahap ini adalah tahap yang krusial karena merupakan nilai jual utama seorang desainer.Informasi dapat kita cari dengan cara pergi ke perpustakaan, membaca buku, majalah, koran, browsing di internet atau bisa juga dengan melakukan survey/studi banding.
Ide-ide dari media-media tersebut kita jadikan sebagai referensi dan inspirasi, tidak dibenarkan menjiplaknya secara mentah-mentah, hal itu hanya akan menjadikan kita sebagai seorang plagiator.

3. Berpikir dengan Pensil / Mouse Ada di Tangan Kita
Duduk dan berfikir saja tidak cukup, kita perlu langsung berfikir dan menggambar suatu sketsa sederhana. Satu sketsa dapat menuntun kita ke gambar atau ide kreatif yang lainnya. Tidak masalah gambar kita jelek karena gambar tersebut hanyalah sebuah sketsa. Sketsa seharusnya dibuat dengan sederhana dan dikerjakan dalam waktu yang singkat, jangan dulu memikirkan terlalu jauh ide sketsa kita, sketsa ini tujuannya untuk memvisualisasikan ide desain kita secara kasar.

4. Pilih 3 Sketsa yang Paling Baik dan Pindahkan ke Gambar Kasar

Gambar kasar memungkinkan kita untuk memvisualisasikan ide kita menjadi lebih realistis. Gambar kasar lebih menunjukkan elemen-elemen dasar desain grafis daripada sketsa sederhana. Pada gambar kasar ini kita mulai mencoba ide, metode, teknik, peralatan dan warna.

5. Pilih Gambar Kasar Terbaik dan Pindahkan ke Gambar yang Lebih Komprehensif
Yang dimaksud dengan gambar komprehensif di sini adalah sebuah perwujudan secara rinci dari desain, huruf, ilustrasi, foto dan layout dibuat mendekati hasil akhir yang diinginkan.